Senin, 10/03/2014, 09:50:54
Seleksi Cadir PDAM Brebes Dituding Tidak Netral
-Laporan Takwo Heriyanto

Para tokoh LSM bergabung dan menuding tim seleksi calon direktur PDAM Brebes tidak netral (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Gabungan LSM di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang mengatas namakan Aliansi Masyarakat Peduli Brebes, menuding tim seleksi calon direktur (Cadir) PDAM Brebes, yang dibuka Pemkab setempat tidak netral. Gabungan LSM tersebut, yakni Ketua LSM Benteng Merah Putih, Wowo Sutrisno, LSM Sapu Jagad, Washadi, LSM Bidik, Triyono, Forum Masyarakat Brebes, H Fuad Hasan difasilitasi Anton Rizal SH dari LBH Jateng Brebes.

Merka menuding hal itu, karena Tim seleksi diindikasikan telah meloloskan dua nama Cadir PDAM Kabupaten Brebes dalam seleksi persyaratan administratif. Dua dari lima nama yang dikabarkan lolos administrasi, adalah Karmai Widyastuti dan Chamami SE. Sementara tiga lainnya, Eko Patrianto, MA Ma'ruf dan Hari Purnomo gugur dan hanya sebagai boneka saja.

Aliansi ini merasa lolosnya dua nama dalam seleksi administratif ini perlu mendapat perhatian. Pasalnya, dari hasil cek dan ricek berkas persyaratan dengan Perda No 3 tahun 2013 berpotensi menimbulkan masalah hukum, administratif maupun pidana. Ada indikasi setting yang lolos dua orang, sedang pendaftar lain diduga mereka hanya sebagai boneka saja.

"Panitia harus betul-betul jeli Perda No 3 tahun 2013, disitu ada tata cara syarat pendaftar. Apakah kedua peserta itu sudah memenuhi persyaratan. Kami sudah cek berkas mereka apakah sesuai atau tidak, jangan sampai nanti bermasalah," ujar Wowo Sutrisno dalam jumpa persnya di Kantor LBH Jateng Brebes, Senin 10 Maret 2014.

Sementara Fuad Hasan mengatakan, gerakan yang mereka galang tersebut merupakan gerakan moral demi nasib dan perbaikan Kabupaten Brebes.

"Kami tidak mendiskreditkan orang per orang, namun ini menyangkut nasib Kabupaten Brebes yang kita cintai. Obyektif sajalah, sudah bukan saatnya lagi jabatan diserahkan pada yang bukan ahlinya hanya berdasarkan kedekatan. Normatif saja, jangan dipengaruhi kepentingan pihak luar orang per orang," tambah Fuad.

"Tapi, menyikapi masalah seleksi cadir PDAM Brebes, kami memberi masukan dan pertimbangan agar nantinya tidak terjadi permasalahan. Proses seleksi diharapkan transparan, terbuka untuk umum dan tidak memaksakan satu peserta saja," sambung Anton Rizal.

Karena itu, panitia dan tim seleksi diminta untuk membuka seluas-luasnya informasi seputar proses seleksi kepada masyarakat, memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk audiensi dan membuka kembali proses pendaftaran, jika akhirnya tidak menghasilkan direktur yang qualified dan profesional. Hasil monitoring, sejauh tidak ada layak. Kami juga sudah melayangkan surat audiensi permohonan ke panitia dan tim seleksi untuk menyampaikan pertimbangan," katanya.

Sementara itu panitia belum memberikan keterangan resmi. Sekretaris panitia seleksi yang juga anggota tim penguji seleksi cadir PDAM Brebes, Daan Susanto SSos belum bisa dihubungi. Saat dikonfirmasi di kantornya di Bagian Perekonomian Setda Brebes juga diberitahu stafnya, Daan sedang berada di Magelang.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita