Muhammad Yamin (kanan) saat berbincang dengan juru kunci makan Pangeran Hanggawana (Foto: Gaharu)
PanturaNews (Tegal) - Calon Anggota Legeslatif (Caleg) DPR RI Nomor Urut 3 Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (Kota/Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes), Muhammad Yamin SH, melakukan ziarah ke makam Pangeran Hanggawana dan Pangeran Purbaya di Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa pekan kemarin.
Muhammad Yamin yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Ketua MPR RI, saat ziarah didampingi para caleg DPRD Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes. Dipimpin oleh juru kunci kedua makam tersebut, rombongan melakukan doa dan tahlil.
Menurut Muhammad Yamin, sebagai caleg dia sangat perlu ziarah di kedua makam pangeran yang memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya Kabupaten Tegal. “Pangeran Hanggawana merupakan pelopor pembangunan wilayah Tegal, terutama dalam membangun pertanian, mengatur keamanan dan kemakmuran daerah,” tuturnya, Senin 23 Desember 2013.
Sebagaimana diketahui, Pangeran Hanggawana adalah putera dari Ki Gede Sebayu. Setelah Ki Gede Sebayu wafat tahun 1625, Pangeran Hanggawana diangkat menjadi sesepuh daerah Kalisoka dan menurunkan Bupati-Bupati Tegal. Pangeran Hanggawana meneruskan perjuangan ayahnya untuk memajukan daerah Tegal.
Dibidang pertanian mengupayakan irigasi dengan membendung Kali Bliruk, Kali Kembang, Kali Jembangan dan Kali Wadas, untuk mengairi sawah penduduk. Pangeran Hanggawana mempunyai putera yang bernama Hanggawara (diangkat sebagai Bupati Tegal bergelar Ki Tumenggung Hanggawara Secomenggolo atau Raden Tumenggung Reksonegoro I).
Usai doa dan tahlil di makam Pangeran Hanggawana, rombongan Muhammad Yamin menuju makan Pangeran Purbaya yang lokasinya tak jauh dari makam Pangeran Hanggawana di Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal. Rombongan juga melakukan doa dan tahlil yang dipimpin juru kunci makam tersebut.
Dituturkan, Pangeran Purbaya merupakan putera Sultan Agung dari Kerajaan Mataram dan sebagai menantu Ki Gede Sebayu. Dalam Babad Pagedongan disebutkan bahwa Pangeran Purbaya mempunyai kelangenan berupa “laweyan seta” (makhluk halus), diberi nama Ki Juru Taman.
Perjalanan sejarah dimulai, ketika Pangeran Purbaya diperintah oleh ayahnya untuk menangkap Pasingsingan, akhirnya sampai di Dukuh Sumbregah (Slarang Sigeblag) Lebaksiu. Bersama dengan Ki Ciptosari dan Wangsayuda mendirikan pondok pesantren yang mengajarkan ilmu bela diri, ilmu anoraga dan ilmu aji jaya kawijayan yang menggunakan mantra. Untuk meningkatkan ilmunya, Pangeran Purbaya berguru kepada Ki Gede sebayu di Karangmangu.
Pangeran Purbaya menikah dengan puteri Ki Gede Sebayu bernama Raden Rara Giyanti Subhaleksana. Pangeran Purbaya membangun masjid jami’ di Padepokan Pesantren Desa Kalisoka. Selain itu, Pangeran Purbaya bersama Ki Ciptosari membangun balong ikan tambra di Desa Cenggini, yang kemudian dimanfaatkan untuk mengairi persawahan penduduk.