Jumat, 20/12/2013, 07:07:43
Diduga Proyek PL Bocor, Gebrak akan Investigasi
-Laporan Takwo Heriyanto

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Selama tahun anggaran 2013, 441 paket proyek penunjukan langsung (PL) yang diduga bermasalah, mendapat sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Padahal, Bupati Brebes sebelumnya telah menegaskan bahwa adanya kasus dugaan proyek PL yang menyebutkan dikuasai oleh orang-orang terdekatnya dibantahnya.
Pasalnya, ratusan paket proyek PL yang rata-rata anggarannya di bawah Rp 200 juta itu, diduga bocor hingga Rp 3,46 miliar, karena disinyalir adanya potongan fee sebesar 10 persen.
Karenanya LSM Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) menyebutkan, bahwa ratusan proyek PL yang memakan anggaran APBD 2013 mencapai Rp 36.405.618.231, diduga bocor hingga Rp 3,46 miliar.
Koordinator Badan Pekerja LSM Gebrak Brebes, Darwanto, mengatakan adanya dugaan kebocoran hingga Rp 3,46 miliar pada ratusan PL yang juga disinyalir dikuasai oleh orang-orang dekat Bupati Brebes itu, atas dasar banyaknya laporan dari masyarakat yang diterima.
"Jika benar terjadi pemotongan fee 10 persen pada ratusan PL dan memang ternyata dikuasai oleh orang-orang dekat bupati itu, maka negara dirugikan cukup besar hingga mencapai Rp 3,46 milliar," ujar Darwanto, Jumat 20 Desember 2013.
Darwanto menjelaskan, dari data yang dimilikinya, sebanyak 441 PL itu tersebar di 17 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) secara random. Sebanyak 441 paket PL itu, menyedot anggaran APBD mencapai Rp. 36.405.618.231.
"Terbanyak proyek PL itu berada di DPUTARU mencapai 186 paket senilai Rp 20.491.979.000, disusul Kecamatan Banjarharjo dengan 92 paket senilai Rp 5.073.850.000. Sedangkan SKPD lain sisanya," terangnya.
Atas kasus dugaan kebocoran pada ratusan PL yang mencapai Rp 3,64 miliar ini, pihaknya akan melakukan investigasi dilapangan. Pihaknya berharap Pemkab Brebes menerapkan open budgeting dalam mekanisme pembahasan APBD di tahun mendatang.
"Itu agar masyarakat bisa melihat transparansi anggaran, dan mengawalnya dalam pelaksanaan di lapangan agar tidak menjadi pihak yang dirugikan," tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita