Jumat, 05/03/2010, 00:15:00
Depresi, Empat Tahun Musripah Hidup Dalam Belenggu Rantai Besi
AZ-Agus Zahid

Selama empat tahun Musripah, warga  Dukuh Kewaringan Desa Sidomulyo hanya tergeletak di tempat tidut dengan kaki dirantai. (FT: Agus Zahid)

PanturaNews (Kajen) – Musripah (20) warga  RT 10 RW  02, Dukuh Kewaringan Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah nasibnya mengenaskan. Sehari-hari ia hanya terbaring di tempat tidur dengan kedua kakinya dirantai. Hal itu terpaksa dilakukan karena ia sering mengamuk, sehingga membahayakan orang lain. Kondisi itu dialami Musripah, sejak kepulanganya dari Jakarta tahun 2006 lalu. 

Menurut Mbah Makumi, nenek Musripah kepada PanturaNews, Kamis 04 Maret 2010, kondisi psikhis cucunya itu berubah menjadi aneh sejak pulang dari Jakarta sebagai pembantu rumah tangga sekitar 4 tahun lalu tahun 2006. Sejak itu Musripah sering mengalami ganguan jiwa dan sering mengamuk tanpa alasan. Perabotan rumah tangga  kerap kali dirusak terutama milik kakek neneknya.

“Sejak ia pulang dari Jakarta, Musripah tinggal bersama kami, karena ibunya telah meninggal. Sedangkan sang ayah Ismail menikah lagi dan kini berdomisili di Pemalang bersama istri keduanya,” ungkap mbah Makumi.

Lebih lanjut kata mbah Makumi, entah karena depresi atau apa, ia sering mengamuk membawa sabit. Sehingga warga akhirnya merantainya di tempat tidur agar tidak mengamuk di luar rumah. “Kalau ngamuk ia menggunakan sabit, akhirnya kami terima cucu saya dirantai,” ucap Makumi.

Kini Makumi hanya pasrah dengan kondisi penyakit yang dialami cucu pertamanya itu, karena ia tak mempunyai biaya untuk merawat. Bahkan untuk hidup sehari-hari saja, ia merasa berat karena hanya buruh tani.

“Jangankan untuk mengobati, untuk kebutuhan saja kadang sampai ngutang, ayah kandung Mustipah di Pemalang hanya bekerja sebagai  tukang becak, dari mana dapat uang untuk biaya pengobatan,” lanjut Makumi.

Kades Sidomulyo, Kecamatan Kesesi,  Arif Sulistiyo ketika dikonfirmasi mengatakan, jika warganya Musripah diduga mengalami sakit jiwa semenjak kepulanganya dari Jakarta. Pihakya telah mengetahui hal ini, namun belum dapat membantu warganya yang sedang menderita itu. “Kami memang belum bisa membantu, mudah-mudahan ada dermawan atau pemerintah yang mau membantu warga kami itu,” harap Kades Sidomulyo.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita