Kamis, 04/03/2010, 19:49:00
Bawang Impor Masuk, Harga Bawang Lokal Terpuruk
TK-Takwo Heriyanto

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) – Sejak pertengahan Pebruari hingga Maret 2010, bawang merah impor asal Vietnam telah membanjiri gudang di Pasar Bawang Klampok, di Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Hal itu menyebabkan harga bawang merah lokal terpuruk. Akibatnya baik petani maupun pedagang setempat gigit jari.

Kasaman (32), salah satu petani yang juga pedagang bawang merah lokal di Pasar Bawang Klampok kepada PanturaNews, Kamis 4 Maret 2010 siang mengatakan

harga bawang lokal semula Rp 8.000/Kg, kini menjadi Rp 5.000/Kg.

Menurutnya, jika bawang merah impor dari Vietnam terus membanjiri Brebes, maka harga bawang lokal lama-kelamaan akan hancur seperti yang terjadi saat ini. “Selain kalah dalam aspek kualitas, standart harga bawang impor juga memang murah sehingga membuat petani gigit jari," tuturnya.

Diungkapkan, sekali datang lima kontainer bawang impor asal Vietnam masuk ke gudang Klampok, satu kontainer bisa mencapai 32 ton. “Bawang impor itu selurunya untuk mencukupi kebutuhan sayur mayor, bukan untuk bibit,” ungkap Kasaman.

Hal senada dikatakan, Warnoto (42) petani bawang asal Desa Bulakamba, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Dengan adanya bawang impor yang masuk ke Brebes membuatnya resah. "Tolonglah Mas, disampaikan sama pejabat maupun DPRD Brebes agar bisa melindungi harga bawang merah disaat sedang panen. Kalau bawang merah impor dibiarkan terus masuk ke Brebes, otomatis nasib para petani akan menjadi terpuruk, " keluh Warnoto.

Menurutnya, sebagian besar petani mempunyai hutang kepada rentenir atau tengkulak. Di saat panen bawang, petani dituntut untuk membayar hutang dan bunganya yang cukup tinggi, sehingga petani hanya bisa mengeluh sambil gigit jari.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita