Kamis, 21/11/2013, 06:25:44
Belasan Kelurahan di Kota Tegal Rawan Banjir
-Laporan Riyanto Jayeng

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Sedikitnya ada 13 wilayah Kelurahan di Kota Tegal, Jawa Tengah, yang diindikasikan sebagai daerah rawan banjir. Ketiga belas kelurahan itu, Kalinyamat Kulon, Cabawan, Margadana, Kaligangsa dan Pesurungan Lor (Kecamatan Margadana), Kalinyamat Wetan, Randugunting (Kecamatan Tegal Selatan), Kemandungan, Pesurungan Kidul, Muarareja, Tegalsari (Kecamatan Tegal Barat), Mintaragen dan Panggung (Kecamatan Tegal Timur).

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kota Tegal, Drs Suripto, Kamis 21 November 2013. Menurut Suripto, pemetaan wilayah banjir itu berdasarkan letak geografis dan tingkat elevasi tanah yang cenderung berada di wilayah cekungan s ehingga memudahkan terjadinya banjir maupun genangan.

Suripto mengatakan, Kota Tegal yang terletak di dataran rendah, kerap mendapat kiriman banjir yang ditimbulkan oleh hujan di dataran tinggi yaitu wilayah pegunungan Kabupaten Tegal.

"Jika di bagian selatan (dataran tinggi) curah hujan melebihi normal dan bendung ekoproyo serta waduk cacaban tidak mampu menampung air yang melimpah, maka dengan sendirinya air akan mengalir terus kearah Kota Tegal yang ada di bagian utara melalui sungai sungai dan bajirlah Kota Tegal,” kata Suripto.

 Lebih jauh dikatakan, untuk mengantisipasi banjir pihaknya menyiagakan sekitar 1.200 anggota Linmas yang tersebar di 27 kelurahan. Mereka ditugaskan untuk segera melapor apabila terjadi luapan air sungai. Selain itu, juga sudah menyiapkan berbagai macam

peralatan tanggap darurat seperti perahu karet.

Sebelumnya anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tegal, Rofii Ali S.Si, menyampaikan agar Pemkot mewaspadai 3 sungai besar yang membelah Kota Tegal yang kemungkinan dapat menjadi perantara terjadinya banjir.

Menurut Rofii, kondisi sungai yang diprediksi cenderung mengalami pendangkalan di muara, sangat memungkinkan terjadi luapan jika sewaktu-waktu terjadi hujan lebat dalam waktu antara 2-3 jam lamanya. Hal itu akan menjadi semakin parah apabila secara mendadak badan sungai mendapat kiriman banjir dari hilir.

“Kami berharap Pemkot Tegal sigap dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir akibat luapan air sungai, karena system drainase yang ada saat ini belum mendukung untuk mengatasi luapan air sungai maupun muntahan air hujan dengan intensitas tinggi,” kata Rofii.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita