Malam Renungan AIDS Nasional di Gedung Adipura komplek Balai Kota Tegal (Foto: Jayeng)
PanturaNews (Tegal) - Sedikitnya ada 83 orang warga Kota Tegal, Jawa Tengah, yang tersebar di 4 wilayah Kecamatan terdeteksi positif mengidap HIV/AIDS. Namun 21 orang diantaranya sudah dinyatakan meninggal dunia.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPS) Kota Tegal, H. Habib Ali Zaenal Abidin, SE saat memberikan sambutan dalam acara Malam Renungan AIDS Nasional di Gedung Adipura komplek Balai Kota Tegal, Selasa 12 November 2013 malam.
Menurut Habib, persebaran penderita HIV/AIDS di Kota Tegal merata di 4 wilayah kecamatan, namun untuk kecamatan Tegal Barat dan Tegal Timur menduduki peringkat tertinggi dibandingkan dengan 2 kecamatan lain yaitu Margadana dan Tegal Selatan.
“Ini data temuan dari tahun 2008 sampai Oktober 2013 jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Tegal ada 83 orang. Kalau berdasarkan estimasi dari Kementrian Kesehatan, di Kota Tegal terdapat 177 jiwa yang terkena HIV/AIDS namun kami baru mendeteksinya ada 83 orang. Rinciannya, 44 orang positif terinveksi HIV dan 39 orang menderitan AIDS itupun 21 orang diantaranya sudah meninggal dunia,” kata Habib.
Lebih jauh dikatakan, apabila jumlah penderita HIV/AIDS di urai berdasarkan kecamatan, maka Tegal Barat berada diposisi teratas dengan jumlah penderita 29 orang. Detailnya, 22 orang terinveksi HIV dan 7 orang AIDS. Dari jumlah tersebut 5 diantaranya meninggal dunia. Kondisi sama di Kecamatan Tegal Timur. Sesuai data yang ada jumlah penderita HIV/AIDS di kecamatan dimaksud sebanyak 29 orang. Rinciannya
sejumlah 12 orang HIV dan 17 orang AIDS. Dari tatal itu, 8 orang diantaranya meninggal dunia.
Kemudian Kecamatan Tegal Selatan, diketahui 16 orang menderita HIV/AIDS. Detailnya 7 orang terkena HIV dan 9 orang AIDS, 5 diantaranya meninggal dunia. Terakhir Kecamatan Margadana, jumlahnya mencapai 9 orang. Rincinya 3 orang HIV dan 6 orang AIDS, dengan korban meninggal 3 orang.
"Jika melihat estimasi jumlah, maka masih banyak penderita HIV/AIDS yang belum dilaporkan atau ditemukan. Inilah yang dinamakan fenomena gunung es. Sebenarnya jumlah penderita banyak namun yang terungkap belum ada 50 persennya, " tegas Habib.
Sementara itu Walikota Tegal, H Ikmal Jaya SE Akt MHum menambahkan, melihat estimasi junmlah penderita HIV/AIDS di Kota Tegal cukup memprihatinkan. Karena itu menjadi tugas bersama untuk menanggulanginya.
"Bicara tentang HIV/AIDS, maka sangat tidak mungkin diberantas hingga 0 persen. Namun setidaknya upaya yang dilakukan adalah supaya jumlah penderitanya tidak bertambah lagi. Syukur-syukur ke-177 orang itu dapat ditemukan semua. Sehingga dapat dikelola dan didampingi secara benar," ujarnya.