Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Tiga Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, mampu memberikan kontribusi PAD bagi daerahnya. Tiga perusda tersebut yakni, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), BPR BKK Banjarhajo dan Bank Puspa Kencana Brebes. Sedangkan perusda lainnya, seperti PB BKK Brebes, Perusda Perbengkelan, Perusda Farmasi dan Percetakan, hingga tahun 2013 belum bisa memberikan kontribusi PAD.
"Jumlah perusda yang kami miliki sebanyak 7, tapi baru 3 perusda yang hingga kini bisa memberikan kontribusi PAD. Ini tugas berat kami agar seluruh perusda mampu memberikan PAD," ujar Kabag Perekonomian Setda Pemkab Brebes, Da'an Susanto, Selasa 12 November 2013.
Di tahun 2013, kata dia, PDAM Brebes mampu menyetorkan keuntungannya ke PAD sebesar Rp 473 juta. Kemudian, BPR BKK Banjarharjo sebesar Rp 531 juta dan Bank Puspa Kencana sebesar Rp 214 juta. Di tahun 2014, pihaknya optimistis ada satu perusda lagi yang sudah mampu memberikan kontribusi ke PAD.
"Tahun depan, PD BKK Brebes kami targetkan sudah bisa memberikan kontribusi PAD ini. Tapi, untuk tahun ini belum bisa karena harus menanggung beban hutang," ujarnya.
Menurut dia, kondisi PD BKK Brebes setelah dimarger di tahun 2009 lalu, kini mulai membaik. Perusda itu sebenarnya sudah mendapatkan keuntungan yang terus meningkat. Namun, untuk memberikan kontribusi belum mampu karena hasil keuntungan itu untuk menuntup beban perusahaan sebasar Rp 11 miliar.
"Sisa kekurangan beban yang harus ditanggung hingga kini Rp 4,6 miliar. Beban itu akan ditutup pada awal tahun 2014, sehingga setelah beban teratasi, baru bisa menyetorkan PAD," terangnya.
Sedangkan Perusda Farmasi, lanjut dia, di tahun 2012 mengalami kerugian hingga 40 juta. Kemudian, di tahun 2013 rugi sebesar Rp 5 juta, sehingga belum mampu menyetor PAD. Ada pun Perusda Percetakan belum bisa memberikan PAD karena masih dalam pembinaan. Perusda itu hanya mendapatkan laba Rp 5 juta di tahun 2013, dan itu hanya untuk biaya operasional perusahaan.
"Kalau Perusda Perbengkelan sudah tidak berdaya dan kami kini tengah berusaha menghidupkan lagi melalui peningkatan pembinaan dan pengawasan ," ungkapnya.