Rabu, 15/05/2013, 05:48:31
PMI dan Medquest Bangun Pabrik Fraksionasi Plasma
-Laporan SL Gaharu

Penandatanganan MoU antara PMI dengan PT. Medquest Jaya Global, di Hotel Dharmawangsa.

PanturaNews (Jakarta) - Untuk memenuhi kekurangan produk plasma darah di Indonesia, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama dengan PT. Medquest Jaya Global, akan melakukan kerjasama untuk pembangunan pabrik fraksionasi plasma di Indonesia.

Kerjasama ini dikukuhkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara PMI dengan PT. Medquest Jaya Global, Rabu 15 Mei 2013 di Hotel Dharmawangsa, antara Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla dengan Managing Director PT. Medquest Jaya Global, Nanik S.H Gunawan.

Dalam penandatanganan ini, Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla mengaku cukup senang dengan kerjasama ini. “Selama ini, Indonesia masih mengimpor dari berbagai negara dengan harga mahal, diharapkan dengan adanya fasilitas pengolahan plasma darah ini, akan menghasilkan produk plasma seperti Faktor VIII, Faktor IX, Albumin dan Imunoglobulin. Dan saya  harapkan harga produk plasma di Indonesia dapat ditekan sampai 50 persen,” jelasnya.

Sementara itu, dr.Farid Husain, Sp. Bd, Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial, Rumah Sakit PMI dan Unit Donor Darah PMI mengatakan, hampir 20 persen penduduk Indonesia endemis penyakit Hepatitis B dan C, yang apabila melakukan satu kali transfusi Albumin dapat dikenakan biaya sekitar Rp 1 Juta.

“Kan sangat mahal, kami harap nanti pasien yang membutuhkan dapat membeli dengan harga murah,” paparnya.

Sedangkan Managing Director, PT. Medquest Jaya Global,Nanik S.H. Gunawan mengatakan, pihaknya sangat senang bekerjasama dengan PMI dalam pembentukan pabrik fraksionasi plasma ini. “Saya harap, kerjasama dengan PMI dapat berlanjut ke dalam bentuk kerjasama lainnya,” ujarnya.

Saat ini di Indonesia, darah yang telah disumbangkan oleh para pendonor dipisah-pisahkan menjadi beberapa komponen, di antaranya, sel darah merah pekat, trombosit dan plasma. Akan tetapi, penggunaan plasma untuk terapi hanya sekitar 30 persen, sehingga plasma yang tersisa, jika usianya habis terpaksa harus dimusnahkan.

Melihat fenomena ini, Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, telah memtuskan untuk dapat memanfaatkan plasma sisa tersebut, melalui teknologi pemisahan protein yang dikenal dengan fraksionasi, yang akan dilakukan bersama antara PMI dengan PT. Medquest Jaya Global.

Setelah penandatanganan Nota Kesepahaman ini, nantinya PMI bersama PT. Medquest Jaya Global akan mendirikan PT. Bersama dengan memperhatikan aspek medico legal dengan Kementrian Kesehatan dan Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan). 

Tentang Palang Merah Indonesia

PMI merupakan organisasi netral dan independen, berkegiatan untuk kemanusiaan. Lahir pada 17 September 1945, PMI memiliki mandat utama yaitu membantu meringankan penderitaan masyarakat melalui respon bencana dan pertolongan pertama. PMI berpegang teguh pada 7 prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yaitu kemanusiaan, kesukarelaan, kenetralan, kesamaan, kemandirian, kesatuan, dan kesemestaan.

Prioritas kerja PMI lainnya adalah meningkatkan penyediaan jumlah darah, terlibat dalam gerakan kebersihan lingkungan, menjalankan program kacamata untuk rakyat tidak mampu dan memberikan pelatihan pertolongan pertama. 

Saat ini PMI berada di 33 propinsi dan 443 cabangnya di tingkat kabupaten/kotamadya dengan 120 ribu relawan tersebar di Indonesia.

Tentang PT. Medquest Jaya Global

Didirikan 9 tahun yang lalu, dan hadir di 8 kota PT. Medquest Jaya Global lahir untuk menjadi solusi bagi dunia kesehatan, khususnya diagnosa dan pencegahan penyakit dengan mempromosikan inovasi dan teknologi terbaru. Setidaknya ada 15 merek terkemuka di dunia, yang mencakup peralatan di bidang bank darah, HIV/AIDS, diagnostik, penelitian, dan industri sebagai mitra PT Medquest.

Saat ini membagi bisnis kami menjadi 4 Divisi: Bank Darah, Diagnostic, Peralatan Penelitian dan Vaksin. Dengan cakupan area meliputi rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, laboratorium riset, klinik, departemen kesehatan dan unit  transfusi darah di seluruh Indonesia.

PT Medquest memiliki hampir 100 orang karyawan profesional pemasaran, administrasi, penjualan, dan insinyur yang bertekad untuk memberikan solusi yang lebih baik kepada pelanggan.

(Kiriman: M. Nashir Jamaludin, PMI Provinsi Jawa Tengah)


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita