Rabu, 15/05/2013, 05:38:51
Sebelum Meninggal, Alfon Minta Difoto Untuk Facebook
-Laporan Takwo Heriyanto

Inilah foto permintaaan terakhir almarhum bergaya hormat untuk diabadikan di FB (Foto: Dokumen)

PanturaNews (Brebes) - Bukan hanya pihak keluarga dan para kerabat yang berkabung atas kepergian Ali Ghufron (40), wartawan Harian Wawasan yang meninggal karena terkena serangan jantung saat bermain futsal di lapangan futsal Dedi Jaya Brebes, Selasa 14 Mei 2013 sore.

Bahkan, rekan-rekan seprofesinya yang biasa meliput berita di wilayah Kabupaten Brebes dan sekitarnya, merasa kehilangan atas kabar kepergian almarhum yang dikenal dengan julukan "Si Pedang" ini. Dikenal dengan sebutan "Si Pedang" oleh rekan-rekannya, karena almarhum tajam dalam membuat setiap berita.

Namun, dibalik ketajamannya dalam membuat setiap berita, almarhum juga dikenal sebagai sosok jurnalis yang kritis tetapi sesungguhnya memiliki sikap pribadi yang sopan, dan suka humor terhadap rekan-rekannya maupun seseorang yang baru ia kenal.

Wartawan televisi lokal, salah satu rekan almarhum, Tri Handoko (35) mengatakan, adanya kabar kepergiannya almarhum yang secara mendadak itu sempat tidak membuatnya percaya. Sebab, beberapa jam sebelum almarhum meninggal dunia pada Selasa 14 Mei 2013 sekitar pukul 20.00 WIB, dirinya sempat bercanda tawa bersama.

Yakni, saat meliput berita bersama-sama dengan Bayu Setiawan, wartawan Harian Suara Merdeka, di Polres Brebes terkait adanya laporan kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru PNS terhadap siswinya.

Dalam canda tawanya itu, almarhum yang tengah menunggu hasil laporan kasus tindakan asusila tersebut, meminta kepadanya untuk di foto menggunakan HP Blackbery, dengan menggunakan topi Polisi Satlantas yang pas kebetulan ada di atas rak yang berada di dekat ruangan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Brebes.

"Pada saat difoto itu, almarhum bergaya sambil hormat layaknya sedang berhadapan dengan atasannya. Usai di foto, alamarhum memintanya agar foto tersebut di unggah/apload di Facebook (FB) untuk diabadikan. Dan itu adalah pertemuan terkahir saya dengan almarhum," kata Eko, panggilan akrab Tri Handoko kepada PanturaNews.com, Selasa 15 Mei 2013.

"Saya atas nama pribadi dan keluarga beserta rekan-rekan wartawan lainnya, ikut menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum. Saya berharap semangat dan kerja keras yang telah ditunjukkan almarhum, bisa menjadi teladan bagi kita semua," tutup Eko.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita