Rabu, 15/05/2013, 05:19:25
Sarpras Pasar Pagi Rusak, Pedagang Pilih Jualan Diluar
-Laporan Riyanto Jayeng

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Sejumlah pedagang daging yang menempati blok C Pasar Pagi Kota Tegal, Jawa Tengah, mengeluhkan sarana dan prasarana (sarpras) yang kebanyakan kondisinya sudah rusak. Hal itu membuat para pedagang daging kesulitan menjajakan dagangannya, akhirnya mereka memilih berjualan daging di luar kios.

Keluhan itu disampaikan langsung oleh meraka kepada Walikota Tegal, H, Ikmal Jaya, SE,Ak yang sedang sidak melihat kondisi saluran pembuangan limbah cair Pasar Pagi, Selasa 14 Mei 2013.  

Salah seoran pedagang daging, Zulifah (44) mengaku prihatin dengan kondisi lapak kios yang sudah rusak. Bahkan keramik tempat berjualan banyak yang pecah dan terlepas. Akibat kerusakan ini, banyak pedagang memilih berjualan di luar kios. Walaupun tidak begitu besar mengurangi pendapatan, namun keberadaan pedagang daging di luar kios, nantinya berdampak terhadap pedagang di dalam kios.

Hal sama disampaikan Khusnaeni (52). Khusnaeni meminta Pemkot tidak hanya memperbaiki fasilitas, tetapi juga merelokasi pedagang daging / Ikan yang berada di luar, kembali masuk ke dalam kios. Apalagi kios daging, bisa menampung  lebih dari 50 pedagang. Khusnaeni mengaku setiap harinya ditarik retribusi sebesar Rp 800,-, untuk membayar sewa lapak dan kebersihan. Sedangkan daging yang dijualnya sebesar 85 ribu rupiah per kilo.

Menanggapi keluhan pedagang, Ikmal Jaya menegaskan, akan melakukan upaya penataan kembali pedagang. Pihaknya juga sudah memerintahkan Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Kepala Pasar Pagi Kota Tegal, agar mendata jumlah pedagang daging yang berada di luar kios. Ikmal menambahkan, Pemerintah akan secepatnya memperbaiki fasilitas pasar. Setelah diperbaiki, penataan pedagang akan dilakukan secara bertahap.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita