PanturaNews (Brebes) - Wartawan Harian Wawasan Semarang, Ali Ghufron (40) yang biasa disapa Alfon, meninggal dunia di Brebes, Selasa 14 Mei 2013 sekitar pukul 20.00 WIB. Almarhum meninggal dunia akibat terkena serangan jantung saat bermain olahraga Futsal, di lapangan footsal Dedi Jaya bersama rekan-rekannya yang berasal dari tim Setda Pemkab Brebes pada sore harinya.
Berdasarkan penuturan dari salah seorang rekannya, Dasman (32), almarhum saat bermain Futsal di putaran kedua pada menit kelima ini, tiba-tiba saja terjatuh dan mengalami kejang-kejang. Permainan futsal pun langsung dihentikan.
"Saat terjatuh, almarhum tidak sedang dalam posisi menggiring bola ataupun lari. Alfon saat itu sedang berjalan di tengah lapangan. Padahal, sebelumnya tidak terlihat adanya tanda-tanda atau keluhan sakit yang dialami Alfon," terang Dasman kepada PanturaNews.Com, Rabu 15 Mei 2013.
Pada saat itu juga, kata Dasaman, dirinya bersama rekan-rekannya langsung menolong Alfon yang tinggal di Jalan Dokter Sarjito Kelurahan Gandasuli, RT 03/RW 03, Kecematan Brebes. Dari tempat futsal, Alfon yang juga sebelumnya pernah menjadi wartawan Harian Radar Tegal ini, langsung dilarikan ke Dokter Soesilo yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari tempat futsal untuk mendapatkan pertolongan pertama.
"Namun, setelah mendapat pemeriksaan selama lima menit, dokter mengatakan tidak sanggup untuk menanganinya. Dokter bilang harus segera dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Dedy Jaya. Tapi, setelah dirujuk ke RS Dedy Jaya yang jaraknya cukup dekat ini, teryata nyawanya tidak bisa tertolong lagi dan langsung menghembuskan napas terkahir," terangnya.
Kini, jenazah almarhum sudah disemayamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) kelurahan setempat pada Rabu 15 Mei 2013 pukul 10.00 WIB. Terlihat di tempat pemakanannya itu, Wakil Bupati Brebes, Narjo bersama sejumlah pejabat Pemkab Brebes dan ratusan pelayat lainnya, termasuk para wartawan dan pihak keluarga almarhum. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.
Para pelayat mengantar pemakaman Alfon di TPU Kelurahan Gandasuli (Foto: Takwo Heriyanto)