Kamis, 11/04/2013, 02:31:51
Ketua PKBIB Tegal Tidak Hiraukan Instruksi Yenni
-Laporan Riyanto Jayeng

Ilusrasi

PanturaNews (Tegal) - Ketua Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Kota Tegal, Jawa Tengah, Supriyanto SPd dinilai tidak menghiraukan himbauan dari Ketua Umumnya, Yenni Wahid, yang menginstruksikan agar seluruh calong anggota legeslatif (caleg) PKBIB melebur ke Partai Demokrat sejak PKBIB menyatakan berfusi ke partai yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono, karena tak lolos verifikasi KPU untuk menjadi peserta Pemilu 2014.

“Kami seluruh caleg PKBIB Kota Tegal memang tidak memilih nyebrang ke Partai Demokrat sesuai dengan instruksi ketua umum. Saat ini saya bersama dengan 4 pimpinan PAC seluruh Kota Tegal, mendaftar caleg melalui gerbong Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Bahkan kami menghimbau kepada seluruh kader PKBIB untuk menggolkan PPP menang pemilu di Kota Tegal,” tegas Suprianto, Kamis 11 April 2013.

Suprianto menegaskan, dirinya tidak semata-mata membelot dari instruksi Yenni Wahid. Pasalnya, instruksi tersebut terbit justru setelah PKBIB Kota Tegal melakukan deal-deal politik dengan PPP.

“Jadi kami jangan dipersalahkan jika dianggap tidak menjalankan instruksi ketua umum, perintah ketua umum yang menyarankan agar kami menggunakan gerbong Partai Demokrat itu sudah terlambat,” tegas Suprianto.

Lebih jauh Supri mengatakan, sampai dengan detik ini dirinya masih terus mendapat telepon dari Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tegal, untuk diminta segera merapat dan melengkapi data pribadi guna pencalonan legislative. Namun dirinya dengan tegas menjawab, sudah terdaftar menjadi caleg di PPP untuk dapil Tegal Selatan.

Supri mengakui, dengan bergabungnya Yenni Wahid ke dalam tubuh Partai Demokrat, akan sangat menguntungkan partai berlogo segitiga biru itu untuk mendongkrak suara lebih banyak lagi.

Yenni Wahid diharapkan akan menjadi salah satu pilar pengumpul suara, mengingat Yenni Wahid merupakan salah satu tokoh yang berseberangan dengan Muhaimin Iskandar.

Basis massa NU sebagai salah satu kekuatan suara Islam, sepertinya tidak akan seluruhnya menjatuhkan pilihan ke partai Islam dengan bergabungnya politisi muda wanita ini ke partai nasionalis.

“Nasi sudah menjadi bubur, tidak perlu ada yang dikecewakan. Marilah kita berpolitik secara sehat dan beretika,” tandas Supri.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita