Ketua Panitia Lomba, Ratna Edi Suripno tekun mengolah benda tidak berguna menjadi berguna (Foto: Jayeng)
PanturaNews (Tegal) - Puluhan wanita cantik yang merupakan utusan dari 27 Kelurahan se-Kota Tegal, terlihat sangat terampil memainkan kelentikan jemarinya dalam mengolah benda-benda tidak berguna, menjadi barang-barang berguna hingga memiliki nilai ekonomis.
Itulah sekilas aksi ibu-ibu PKK dalam lomba mengolah sampah menjadi benda-benda kerajinan yang digelar di pendopo Ki Gede Sebayu Balaikota Tegal, Senin 17 Desember 2012.
Ketua Panitia Lomba, Ratna Edi Suripno mengatakan, gelar lomba mengolah sampah rumah tangga menjadi barang yang berguna itu, bertujuan mengolah dan mengasah tingkat ketrampilan wanita dalam menyikapi keberadaan sampah rumah tangga di lingkungan keluarga masing-masing.
“Kami berharap dengan memberikan ketrampilan semacam ini, semua ibu rumah tangga di Kota Tegal dapat mentransformasikan kemampuan daya terampilnya kepada ibu-ibu atau wanita lainnya. Setidaknya, ketrampilan mengolah sampah menjadi barang kerajinan yang berdaya guna ini dapat dikembangkan lagi menjadi lebih professional sampai menjadi sebuah usaha sampingan,” kata Ratna.
Di sisi lain, Ratna sangat berharap adanya peran serta pemerintah dalam membantu para ibu-ibu dan wanita calon ibu untuk rutin memberikan pembinaan seputar manajemen ketrampilan. Sehingga dalam waktu yang cukup, dapat terwujud wanita-wanita Kota Tegal yang tidak hanya berpangku tangan menerima penghasilan dari suami, tapi lebih cenderung dapat membuktikan kemandiriannya dengan ketrampilan mengolah benda tak berguna menjadi barang berguna.
“Tentunya pemerintah harus rutin memberikan pembinaan, pengawasan, permodalan dan pemasaran agar usaha yang telah dirintis para ibu ini bisa berkembang menjadi usaha yang mempunyai orientasi pendapatan. Barang-barang kerajinan hasil olahan sampah ini kan termasuk katagori UMKM,” ujarnya.
Sementara salah satu peserta lomba, Komariyah warga Kelurahan Krandon mengatakan, untuk membuat 1 buah tas dari daur ulang sampah majalah dibutuhkan waktu setengah bulan. Demikian juga dengan barang kerajinan lainnya. Namun ketika sudah jadi, barang tersebut bisa dijual hingga 250 ribu rupiah per barang. Komariyah sangat berharap, pemkot Tegal bisa membantu pengembangan usaha kerajinan rumah tangga tersebut, khususnya disektor permodalan dan pemasaran.