Jumat, 19/10/2012, 06:30:07
Disdik Tak Persoalkan Kamus Inggris Bermuatan Porno
JAY-Riyanto Jayeng

PanturaNews (Tegal) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tegal, Jawa Tengah, ternyata tidak mempersoalkan adanya temuan gambar-gambar peraga dalam buku kamus bahasa Inggris Sekolah Dasar (SD) yang diindikasikan sebagai gambar bermuatan pornografi. Hal itu dapat disimpulkan dari pernyataan Kepala Disdik Kota Tegal, Dra Titiek Andarwati, Jumat 19 Oktober 2012.

Kepada sejumlah wartawan, Titiek mengatakan, bahwa sejumlah gambar yang diindikasikan bermuatan pornografi oleh guru penemunya di SD Negeri Kejambon 1 Tegal Timur, sebenarnya tidak masuk dalam katagori pornografi.

“Setelah kami cermati, gambar-gambar di dalam buku kamus bahasa Inggris itu wajar-wajar saja kok, karena apa yang tertera sesuai dengan kondisi saat itu. Semisal gambar anak balita memakai baju yang biasa diistilahkan dengan baju kodokan,” kata Titiek. 

Lebih jauh Titiek menjelaskan, tidak sepenuhnya buku kamus bahasa iNggris itu bermuatan pornografi, diakui memang ada gambar yang dinilainya kurang pas, namun tidak perlu terburu-buru mendiskreditkan buku itu sebagai buku bermuatan pornografi. Semisal adanya gambar adegan ciuman, hal itu dinilainya wajar.

“Kita yang sudah dewasa harusnya bisa memberikan pengenalan dan penjelasan secara wajar. Sehingga anak-anak tidak dibiarkan mengembangkan persepsi beradasrkan imajinasinya sendiri,” ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya tidak akan menarik buku-buku kamus bahasa Inggris yang sudah terlanjur dibeli oleh siswa –pada saat gelar bazaar pameran buku. Namun demikian, Disdik menhimbau henadaknya oihak sekolah dapat melakukan pengawasan dan control terhadap segala sesuatu dari mulai makanan dan buku-buku yang beredar atau dijual di lingkungan sekolah.

Secara terpisah, anggota Komisi I DPRD Kota Tegal H Harun Abdimanaf SH mengatakan, sangat menyesalkan adanya buku kamus bahasa Inggris bermuatan pornografi yang beredar di lingkungan sekolah dasar.

“Disdik harus bertindak dan jika buku itu benar-benar mengandur unsur pornografi, maka harus dicabut dari peredaran. Setidaknya Disdik memanggil penerbitnya untuk dimintai pertanggungjawaban. Untuk selanjutnya Disdik harus selektif dalam memilih buku yang akan ditransformasikan kepada siswa didik,” kata Harun.  

Sebelumnya, salah seorang guru studi SD Kejambon I, Nuri Isnaeni, menemukan adanya indikasi pornografi di dalam kamus bahasa Inggris untuk SD saat dirinya mengajar kelas 4. Buku terbitan PT Putra Jaya, Surabaya itu akhirnya ditarik untuk dipelajari lebih lanjut. Menurut Nuri dalam kamus Ideal Gramar And Conversation atau Kamus bahasa inggris untuk pemula itu terdapat gambar tak pantas dan terindikasi porno.

Lebih jauh Nuri menjelaskan, pada halaman 19 tertulis bagian Family atau keluarga terdapat gambar wanita berpakaian baju renang dengan tertulis Grand Daughter atau cucu perempuan. Kemudian di halaman 96 pada bagian Activity atau kegiatan sehari-hari terdapat gambar wanita berpakain tidak senonoh sedang beristirahat atau rest. Bahkan di halaman yang sama juga terdapat gambar berciuman atau kiss.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita