Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Langkah pecatur asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang akan berlaga di Kejurprov Jateng terganjal masalah pembiayaan. Padahal, para pecatur yang terseleksi ketat itu, sangat berpotensi untuk mengharumkan nama daerah.
Kontingen Brebes sebanyak 8 orang itu akan menghadapi laga berat dengan pecatur se Jawa Tengah selama 5 hari di Solo pada 17-22 Mei ini . Namun, berdasarkan informasi mereka hanya berbekal Rp 5 juta.
"Memang kami mendapat suntikan dana dari Pemkab Brebes sebesar Rp 5 juta melalui KONI Brebes. Selain untuk Kejurprov, pendanaan kegiatan seleksi juga mengandalkan donatur dan kas organisasi.
Kalau memang ada yang bersimpati dan mau menjadi donatur, boleh siapa saja, itu tentu akan lebih baik lagi," kata Ketua Percasi Brebes, drh Jhoni Murahman di sela sirkuit akhir seleksi pecatur untuk Kejurprov di Kantor Dinas Peternakan Brebes, Minggu 13 Mei 2012, didampingi pengurus KONI Brebes, Juwadi dan Wiryono.
Namun demikian, pihaknya optimis pecatur Brebes akan mampu bicara banyak di Kejurprov dengan proses seleksi dari bawah itu.
Diketahui, sebanyak 16 pecatur terbaik Brebes telah diseleksi melalui lima babak sirukit menghasilkan lima nama terbaik, yakni Kawung Jati (Kecamatan Brebes), Sopari (Wanasari), Teksin (Losari), Abdurrohman (Brebes) dan Amirin (Jatibarang). Mereka akan mendampingi dua Master Nasional Brebes yang sudah lebih dulu memastikan diri mewakili Brebes pada Kejurprov.
Bahkan, mereka ada yang dari hasil kerucut terbaik dari rangkaian seleksi tingkat Desa (Kecamatan) yang berjumlah setiap desa 10 orang. Sehingga dari 17 Kecamatan yang ada, akan tersaring sebanyak 170 pecatur.
Seleksi lanjut di tingkat wilayah Kabupaten Brebes, meliputi Wilayah Brebes Selatan, Brebes Utara dan Brebes Barat, masing-masing pool diambil 15 orang terbaik, sehingga ada 46 orang. Mereka ini diseleksi lagi di tingkat Kabupaten untuk mencari 16 pecatur yang akan dimatangkan menjadi 5 pecatur inti.
"Untuk target disesuaikan masing-masing, MN Ediyanto target peringkat lima besar karena tahun lalu di urutan 7. MN Andreas Susanto target 10 besar dulu peringkat 17. Kalau yang non master hasil seleksi target dibawah 20 besar, kemampuan mereka cukup menjanjikan," tandasnya.