Jumat, 06/04/2012, 01:18:18
Yessy: Pendidik di PAUD Harus Profesional-Kreatif
SL-SL Gaharu

Yessy Gusman (kiri), Ikmal Jaya (tengah) dan Yusqon saat Seminar Upaya Menuju Pendidik dan Lembaga PAUD yang Berkualitas, di Ruang Adipura Balaikota Tegal (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Tidak bisa dibayangkan betapa kecilnya honor yang diterima guru di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di daerah. Di Kota Tegal, Jawa Tengah, guru PAUD rata-rata menerima hornor Rp 150 ribu per bulan. Untuk itu, harus ada kepedulian dari pemerintah daerah, termasuk masyarakat yang peduli dengan pendidikan.

“Saya tidak bisa membayangkan, uang seratus lima puluh ribu itu, untuk transport saja tidak cukup,” kata Yasmine Yuliantina Yessy Gusman, SH, MBA usai menjadi pembicara pada Seminar Upaya Menuju Pendidik dan Lembaga PAUD yang Berkualitas, di Ruang Adipura Balaikota Tegal, Jumat 06 April 2012.

Seminar yang diselenggarakan HIMPAUDI Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal ini, menghadirkan penbicara Yasmine Yuliantina Yessy Gusman yang akrab disapa Bunda Yessy, Walikota Tegal H. Ikmal Jaya, SE.Ak sebagai keynote speaker dan praktisi pendidikan DR Yusqon sebagai moderator.

Menurut Yessy Gusman, untuk meningkatkan mutu PAUD yang terpenting adalah tenaga pendidiknya professional dan kreatif. Sedangkan untuk memberikan kesejahteraan pendidiknya, tidak bisa hanya mengandalkan dari yayasan saja, tapi pemerintah juga harus menunjang dan memberikan bantuan.

Terkait bantuan kepada PAUD, pada kesempatan itu H. Ikmal Jaya, SE.Ak mengatakan, bahwa Pemerintah Kota Tegal sudah memberi bantuan dan pembinaan untuk PAUD, meski jumlahnya belum maksimal. “Pemkot Tegal sangat peduli dengan PAUD,” katanya.

Menurut Walikota Tegal, PAUD itu sangat penting karena anak-anak mendapatkan bekal pendidikan, sehingga ketika masuk ke sekolah dasar sudah tidak kebingungan lagi. “Namun di PAUD, anak-anak jangan juga dididik ilmu pengetahuan saja, tapi sangat perlu mendapat pendidikan karakter. Anak adalah pemimpin masa depan, karena itu karakternya perlu dibina sejak usia dini,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Yessy Gusman mengupas prosedur Akreditasi Badan Akreditasi Nasional (BAN) Pendidikan Non Formal (PNF) 2012. Dikatakan, bahwa akreditasi adalah kegiatan penilaian terhadap kelayakan program dan satuan pendidikan.

Karena pentingnya akreditasi, Yessy Gusman berharap lembaga PAUD yang sudah memenuhi syarat, jangan menunda mengajukan akreditasi ke BAN PNF. Akreditasi, katanya, memberi banyak manfaat antara lain, menyempurnakan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi dan program PNF. Meningkatkan mutu program dan satuan PNF.

“Manfaat lainnya adalah mendorong satuan PNF agar selalu berupaya meningkatkan mutu program lembaganya secara bertahap, terencana, dan kompetitif,” ujarnya.

Diketahui, Yessy Gusman yang lahir di Jakarta 21 Juli 1962, dikenal sebagai bintang film yang terkenal di era akhir tahun 1970-an sampai 1980-an. Yessy mulai melejit lewat film Gita Cinta Dari SMA (1979) bersama Rano Karno. Yessy mulai terjun di dunia hiburan Indonesia sejak tahun 1974.

Hampir dua puluh tahun tidak muncul di pentas hiburan, Yessy terlihat kembali dengan penampilan berbeda. Yessy seakan tak lepas dari kerudung panjang yang menutupi kepalanya. Yessy juga memfokuskan kegiatannya pada pendidikan anak. Ia telah mendirikan 46 Taman Bacaan Anak (TBA) dan Sanggar Kreativitas Anak di bawah naungan Yayasan Bunda Yessy.

Yessy meraih gelar MBA dengan predikat Cum-laude di University of San Fransisco; M.B.A di Golden Gate University of San Fransisco; dan SH berpredikat Cum-laude di Fakultas Hukum Universitas Pancasila. Yessy juga kandidat Doktor PAUD.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita