Selasa, 21/02/2012, 06:18:18
Tidak Sesuai Skedul, Proyek Rusunawa Terlambat 18%
JAY-Riyanto Jayeng

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Proyek pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang berlokasi di wilayah Kelurahan Kraton, Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, menyimpang dari skedul. Proyek yang direncanakan akan menelan biaya mencapai Rp 25,5 milyar itu diprediksi mengalami keterlambatan pekerjaan sekitar 18 persen.

Seharusnya, sesuai skedul, pada akhir bulan Pebruari mendatang, kemajuan peker jaan sudah mencapai 38 persen, namun faktanya melihat kondisi proyek yang baru dikerjakan, kemungkinan pada akhir Pebruari baru mencapai 20 persen.

Hal itu ditegaskan Manager Konstruksi PT. Citra Murni Semesta, Jakarta, Husein Ramli, kepada rombongan Komisi III DPRD yang melakukan peninjauan lapangan, Senin 20 Pebruari 2012.

“Proyek ini dalam waktu 9 hari ke depan diprediksi belum mencapai 38 persen sesuai skedul pekerjaan. Pekerjaannya jelas mengalami keterlambatan. Namun kami optimis dapat mengejar keterlambatan itu hingga pada penyelesaian akhir nanti bisa tepat waktu,” kata Husein.

Menurut Husein, walaupun terlambat, pihaknya optimis jika proyek pembangunan rusunawa itu bisa selesai awal Juni 2012. Karena, untuk mengejar keterlambatan itu telah disediakan 3 unit alat pengangkut berat atau crain untuk membantu menyusun lantai dan susunan beton. Bahkan dipastikan bulan Pebruari 2012 sudah terpasang betonan untuk 3 lantai.

“Untuk kenaiakan tariff dasar listrik dan bahan bakar pada April mendatang tidak akan mempengaruhi proses pelaksaaanan pembangunan. Sebab, konsultan dan rekanan sudah melakukan kajian dan eskalasi kenaikan harga hingga 10 persen,” katamya.

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal, HM Nursholeh MMPd mengatakan, pihaknya tetap memerintahkan konsultan pengawas dan rekanan pelaksana untuk dapat menyelesaikan proyek pembangunan rusunawa tepat waktu. Sebab, sesuai dengan undang - undang yang ada, pembayaran diberikan dengan melihat hasil finishing pebangunan yang ada dan terlihat jelas.

“Pembangunan Rusunawa ini juga harus memenuhi unsur dasar, seperti kualitas, spesifikasi dan mutu bangunan itu sendiri. proyek rusunawa di Kota Tegal menelan biaya hingga Rp 25,5 milyardari pemerintah pusat,” tandas Nursholeh.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita