Bangunan ruang kelas I SD Banjaran 2 Salem yang ambruk akibat hujan lebat (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Satu ruang kelas SD Banjaran 2 Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, ambruk. Sebanyak 23 anak siswa kelas I yang semula menempati ruang kelas tersebut, kini terpaksa belajar di ruang kelas II secara bergantian.
Pantauan PanturaNews, Selasa 07 Februari 2012 di lokasi, nampak bangunan ruang kelas I itu ambruk pada bagian atapnya. Kerangka kayu dan gentengnya ambruk dan menimbun mebeler sarana belajar yang ada di ruangan tersebut.
Kepala SD Banjaran 2, Darto SPd, menuturkan ruang kelas I ambruk pada Senin 06 Februari 2012 sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Sebalum ambruk, sejak sore hari hingga tengah malam turun hujan lebat disertai angin kencang. "Malam itu turun hujan lebat disertai angin kencang," ujarnya.
Menurutnya, ruang kelas ambruk akibat kondisi kerangka atap yang telah keropos dan tidak kuat menahan beban. Selain atap sebagian tembok atas bagian belakang juga ikut ambrol. "Ruang kelas yang ambruk dibangun tahun 1998 lalu," kata Darto.
Meski tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, diperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp 150 juta. Kerugian meliputi bangunan dan melebeler sarana belajar yang rusak akibat tertimpa reruntuhan kayu kerangka atap dan genting.
“Kerugian untuk bangunannya saja sekitar Rp 90 juta dan mebeler serta fasilitas belajar lainnya sekitar Rp 60 juta," ucap Darto.
Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Salem, Drs Wastar membenarkan kejadian itu. Menurutnya, pihaknya telah meninjau ke lokasi dan melakukan pendataan serta telah di laporkan ke Pemkab. "Hari ini kami laporkan secara tertulis ke Dinas Pendidikan Brebes," katanya.
Sementara itu, Camat Salem, HM Adnan SIP yang telah meninjau ke lokasi menghimbau kepada semua Kepala Sekolah untuk berhati-hati, dan selalu memeriksa kondisi gedung atau sarana dan prasaran belajarnya. Jika ada sarana dan prasarana belajar yang sudah tidak memadahi, agar melakukan langkah-langkah pengamanan sehingga tidak membahayakan bagi siswa dan gurunya.
"Kalu ada ruang kelas yang kondisinya tidak layak, sebaiknya jangan digunakan agar tidak membahayakan," katanya.