Chusnul Mariyah PhD
PanturaNews (Brebes) - Politik uang atau yang lebih dikenal Money Politic, ditengarai hanya akan merusak tatanan pemilihan umum (Pemilu). Oleh karena itu, politik uang harus dilawan oleh semua yang terlibat dalam kancah pemilu. Sebab, idealnya penyelenggaraan pemilu di semua tingkatan, harus jujur dan adil serta bersih dari praktek politik uang.
Pernyataan itu disampaikan pakar politik dan mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat, Chusnul Mariyah PhD dalam seminar nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Brebes di Gedung Korpri Brebes, Minggu 05 Februari 2012.
Menurut Chusnul, dengan adanya politik uang, niat suci dari calon atau masyarakat pemilih akan ternodai. Perlawanan terhadap praktek politik uang harus bisa dipelopori oleh kalangan mahasiswa. Sebab, rakyat harus diberi mandat penuh untuk menentukan pilihannya.
"Politik uang harus dilawan, karena merusak tatanan pemilu. Rakyat harus diberi kebebasan civil dan politik, jangan dikotori apapun dalam pemilu," ujarnya.
Selain itu, Chusnul memandang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Brebes yang akan datang sangat strategis, sebagai momentum menghargai suara rakyat. Untuk menempatkan rakyat sebagai raja. Sebab, hakekat otonomi daerah untuk mendekatkan pengambil keputusan dekat dengan rakyatnya.
Disatu sisi, juga bagi bakal calon yang hendak maju ke kancah pilkada, memiliki visi dan misi bekerja untuk rakyat, berani bekerja untuk perusahaan rakyat. Bukan perusahaan pimpinan atau Negara. Maka kebijakan yang diputuskan harus berpihak rakyat, menyentuh langsung rakyat, membela rakyatnya. “Janji dan realitas harus terbukti, jangan lagi-lagi membohongi,” tandasnya.
Sementara, Ketua Panitia Penyelenggara Seminar Hendri Handoko menjelaskan, seminar mengusung tema strategi dan aksi mewujudkan masyarakat madani. Dengan tujuan sebagai upaya menuangkan ide, aksi dalam konteks berbangsa dan bernegara.
Pembicara lain yang turut hadir, Dr M Nasih (Pengamat Politik/Pengurus Dewan Pakar ICMI Pusat), Ir Bejo Rudiantoro MM (Praktisi Bisnis/Sekjen DPP Ormas MKGR). Seminar diikuti lebih kurang 200 peserta dari unsur KAHMI Brebes-Tegal-Slawi, SKPD, ormas, OKP, LSM, organisasi kemasyarakatan dan tokoh masyarakat lainnya.