Senin, 06/02/2012, 11:15:33
Wamen Didesak Tuntaskan Kasus Bawang Impor
GHJay-SL. Gaharu & Riyanto Jayeng

Ilustrasi

PanturaNews (Jakarta) - Penyelesaian kasus membanjirnya bawang merah impor, anjloknya harga bawang lokal yang membuat petani terpuruk, dan revitalisasi lahan pertanian bawang di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Brebes, sudah sejak Desember 2011 tak kunjung selesai dan ada solusi.  

Untuk itu, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah IX (Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal), Dewi Aryani, M.Si, meminta Wakil Menteri (Wamen) Pertanian dan Wakil Menteri Perdagangan untuk segera turun tangan menuntaskan kasus membanjirnya bawang impor di Kabupaten Brebes. Hal ini dilakukan karena janji Menteri Pertanian pada Desember 2012 untuk penyelesaian masalah itu tidak terealisasi.

Menurut kandidat doktor kebijakan publik sektor energi Universitas Indonesia (UI) ini, sebagai Wakil Menteri Pertanian yang profesional dan netral dari kepentingan politis, diharapkan mampu menjembatani kepentingan petani untuk segera bersinergi dengan Kementrian Perdagangan, mencabut ijin impor bawang, memberikan kontribusi peningkatan kualitas dan produktifitas bawang, sehingga stabilitas harga dan pasokan bawang dalam negeri bisa terjaga.

"Tadi malam (Minggu 5/2-Red) saya sudah menghubungi Wakil Menteri Pertanian melalui black berry messanger (bbm), meminta untuk dibukanya dialog membicarakan masalah penyelesaian petani bawang di Brebes dan Nasional. Beliau memberikan jawaban positif,” ujar Dewi kepada PanturaNews, Senin 06 Februari 2012 pukul 10:15 WIB.

Dikatakan Dewi, bbm yang dikirimkan kepada Wakil Menteri Pertanian mendapat jawaban; “Ass, ibu Dewi, trmksh atas kontaknya, soal impor bawang bagus juga kalau kita diskusikan lbh lnjt utk solusi terbaik, tapi besok pagi saya akan diskusi internal dulu dg kepala badan karantina dan dirjen horti. Saya baru tiba dari Bengkulu, wass,”

Atas balasan bbm itu, mudah-mudahan menjadi langkah awal petani mendapatkan harapan penyelesaian. Namun menurut Dewi, jawaban dari Wakil Menteri Perdagangan belum diterima.

“Kita tunggu saja apa respon terhadap pesan saya sebagai suara rakyat yang meakili suara petani bawang, khususnya para petani bawang di Brebes," tandasnya.

Karenanya sambul menunggu langkah kongrit dari Wakil Menteri Pertanian untuk mencarikan solusi, Dewi menghimbau kepada petani, kelompok tani, organisasi dan koperasi yang menaungi petani, untuk bersiap melakukan mediasi dan negosiasi dengan cara yang santun, tertib dan menggunakan pendekatan yang logic.

“Saya sebagai wakil rakyat dari Dapil IX, akan memimpin negosiasi ini langsung dengan pemerintah. Bagaimanapun petani adalah tulang punggung perekonomian nasional. Memiskinkan petani sama saja pemerintah menggali lubang kuburnya sendiri," tandas Dewi.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita