Rabu, 01/02/2012, 09:02:31
Puluhan Siswa SMK Desak Pemkab Perbaiki Jalan Rusak
TK-Takwo Heriyanto

Siswa SMK Bisma Kersana, mengadu ke Dewan Pendidikan soal jalan rusak (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Puluhan siswa dari SMK Bisma Kersana, Rabu 01 Februari 2012, mengadu ke Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk mendesak ke Pemkab setempat segera memperbaiki jalan rusak yang menuju ke sekolahnya.

Dalam pengaduannya tersebut, puluhan siswa SMK Bisma itu juga mengatakan, aktivitas kehidupan sosial masyarakat umum juga terganggu dengan rusaknya ruas jalur provinsi penghubung antara Pejagan-Ketanggungan itu.

Tidak hanya di jalan besar, jalan yang ada di depan sekolah rusak sudah 6 tahun, tapi tidak diperhatikan. Terlebih sudah banyak korban yang berjatuhan.

"Kami berharap Dewan Pendidikan menyampaikan keluhan kami kepada Pemkab, sekaligus mendesak untuk segera memperbaikinya. Kami sangat terganggu dalam menjalankan aktivitas di sekolah," tandas Ketua OSIS SMK Bisma, Wawan Gunawan, didampingi salah satu gurunya, Masyhudi SPd.

Tak hanya merasa terganggu dengan kondisi jalan yang rusak, para siswa juga mengeluhkan buruknya sistem drainase yang ada di sekitar sekolah yang terletak di Desa Limbangan Kecamatan Kersana itu. Akibat tidak lancarnya saluran pembuangan air, warga sekolah harus selalu berlangganan banjir setiap kali turun hujan.

"Banjir itu juga sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Apalagi jika hujannya besar, banjirnya bisa masuk ke ruang kelas. Bahkan komputer yang di lab juga ikut rusak," kata Siti Khodijah, siswa lainnya.

Menanggapi pengaduan itu, Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan, Wijanarto SPd yang menerima keluhan siswa itu mengaku akan menindaklanjuti dengan melaporkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, dengan harapan bisa diteruskan dengan koordinasi bersama instansi terkait, dalam hal ini DPU dan Dinas ESDM Pengairan Pemkab Brebes.

Menurutnya, kondisi ketidaknyamanan yang dirasakan siswa akibat buruknya infrastruktur penunjang tidak hanya terjadi di SMK Bisma, tapi hampir merata di berbagai wilayah Kabupaten Brebes.

"Misalnya saja di SMP satu atap Pandansari, kemudian di Salem, Bantarkawung dan masih banyak lainnya. Ini yang membuat kami prihatin karena menggangu aktivitas belajar siswa. Kami akan laporkan kepada pihak terkait agar segera ditindaklanjuti," terang Wijanarto.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita