Lia dirawat di RS Sukanto Kramat Jati Jakarta Timur setelah dipulangkan dari Saudi Arabia karena menderita gagal ginjal (Foto: Dok/ PSDBM)
PanturaNews (Tegal) - Lia binti Sanali, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Wanagopa, RT 02 RW 04, Desa Kerman, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, akhirnya dipulangkan oleh beberapa kawannya dari Arab Saudi karena menderita gagal ginjal. Setelah tiba di Indonesia, Lia langsung dirawat di Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur, 14 Januari 2012.
Hal itu disampaikan staf Penanganan Kasus Pusat Sumber Daya Buruh Migran (PSDBM), Suparman, melalui pers release yang diterima PanturaNews, Sabtu 28 Januari 2012.
Suparman menuturkan, berdasarkan keterangan Sugiono (31), adik ipar Lia yang menemani di rumah sakit, Lia masih harus menjalani cuci darah hingga dua kali.
“Sejak dirawat di RS Polri Sukanto, Lia sudah menjalani dua kali cuci darah, keluarga belum mendapat kepastian dari pihak rumah sakit, PPTKIS, maupun pemerintah soal siapa yang akan menanggung pembiayaan dan upaya pemulihan kesehatannya,” tutur Sugiono, saat diwawancarai melalui sambungan telepon.
Lebih jauh dijelaskan Suparman, kabar mengenai kondisi Lia binti Sanali, diperoleh Pusat Sumber Daya Buruh Migran dari beberapa TKI di Arab Saudi. Biaya selama dirawat di penampungan dan rumah sakit di Arab Saudi, menurut keterangan Sugiono, diperoleh dari penggalangan sumbangan dari warga negara Indonesia di Arab Saudi.
“TKI yang diberangkatkan oleh PT Fajar Semesta Raya Perkasa tersebut, kini berada di Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati, dan menunggu perhatian pemerintah baik melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga kerja Indonesia (BNP2TKI), maupun perusahaan agen yang memberangkatkannya pada tahun 2007,” ujarnya.
Suparman mengatakan, kondisi Lia Binti Sanali sangat memperihatinkan. Hal itu diketahuinya saat dirinya atas nama staff penanganan kasus PSDBM menjenguk Lia binti Sanali di Rumah Sakit Sukanto Kramat Jati Jakarta Timur, Minggu 22 Januari 2012 sekitar pukul 11:30 WIB. Dalam pertemuan itu, diperoleh keterangan dari Lia perihal kronologi penyakit gagal ginjal yang dia derita.
Menurut Suparman, Lia mengalami penderitaan selama di Jeddah. Selama dua bulan ini kondisi fisiknya sangat menurun. Penyakitnya sudah sangat kronis. Sebanyak dua hari sekali harus cek up darah, sehingga Lia banyak mengeluarkan biaya.
Setelah kondisinya semakin parah, salah satu orang yang peduli terhadap dirinya bernama Jamil, meloby pihak Konsulat Jenderal RI supaya memberikan pertolongan terhadap Lia. Akan tetapi KJRI kurang kooperatif dengan kondisi Lia, berbeda dengan teman-teman Lia di Saudi Arabia yang terus berupaya menyelamatkan Lia.