Yoni Depari
PanturaNews (Tegal) - Inflasi di Kota Tegal, Jawa Tengah, selama bulan Januari 2012, diperkirakan akan mengalami kenaikan dibanding sebelumnya. Hal itu dikatakan Sekretaris Tim Pengarah Pengendalian Inflasi Daerah Kota Tegal, Yoni Depari, usai rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Kamis 26 Januari 2012.
Menurut Yoni, inflasi pada Januari 2012 berada pada kisaran 0,15% s.d 0,35% (mtm) atau lebih tinggi dari inflasi bulan Desember 2011 yang sebesar 0,06% (mtm). Sepuluh komoditas penyumbang inflasi tertinggi di Kota Tegal selama tahun 2011, adalah: emas perhiasan, beras, daging ayam ras, biaya pendidikan SLTA, telur ayam ras, semen, tukang bukan mandor, bayam, cumi-cumi dan biaya pendidikan SLTP.
Hadir dalam rapat tersebut, Bank Indonesia Tegal, Bappeda Kota Tegal, Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Tegal, Dinas Kelautan dan Pertanian, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Tegal, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Tegal, Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tegal, Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan KB Kota Tegal, Perum Bulog Sub Divre VI Pekalongan, PDAM Kota Tegal, PT PLN UPJ Kota Tegal, KADIN KotaTegal dan Satreskrim Polres Tegal Kota, BPS Kota Tegal.
Sementara dikatakan, dalam rapat TPID yang digelar Rabu 25 Januari 2012 diberitahukan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, diantaranya, beras, minyak goreng, daging ayam ras, telur ayam ras, udang basah, ikan kembung, gula pasir dan wortel.
“Adapun jumlah komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain, bawang merah, bawang putih, cabe merah, emas perhiasan, kacang panjang dan ikan bandeng.
Lebih dikatakan, untuk stok beras yang dikuasai Bulog Sub Divre VI Pekalongan per 24 Januari 2012 sejumlah 16.946 ton setara beras, cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional hingga bulan Maret 2012. Untuk prognosa pengadaan beras 2012 sebesar 140 ribu ton.
Sedangkan, penyaluran raskin bulan Januari 2012 di Kota Tegal akan dilaksanakan sebanyak dua kali pada tanggal 24-25 Januari 2012 dan 30-31 Januari 2012 (alokasi Februari 2012 yang dimajukan) dalam rangka menekan kenaikan harga beras yang cukup signifikan di bulan ini.
“Upaya mengatasi kemiskinan masih tetap dilakukan oleh Pemkot Tegal (Dinsosnakertrans) di 2012 melalui pembagian beras gratis (rastis) untuk masyarakat miskin yang dilakukan tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember dengan sasaran rumah tangga penerima raskin dengan besaran 10 kg setiap KK,” ujarnya.
Selain itu, rapat juga menghasilkan rekomendasi yaitu menyarankan kepada Pemkot Tegal untuk melanjutkan bantuan biaya pendidikan dalam rangka program “Kota Tegal Cerdas” mengingat biaya pendidikan termasuk menjadi penyumbang inflasi yang cukup signifikan di 2011.
“Informasi ini akan disampaikan oleh Tim Teknis TPID Kota Tegal kepada Walikota Tegal, Tim Pengarah TPID Kota Tegal dan Dewan Gubernur Bank Indonesia sebagai referensi dalam rangka pengendalian inflasi,” ungkapnya.