Rabu, 25/01/2012, 05:45:40
Nama-Nama Baru Bersaing di Bursa Cabup-Cawabup
SLTK-SL Gaharu & Takwo Heriyanto

Radono Walam

PanturaNews (Brebes) - Perkembangan proses penjaringan bakal calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Brebes 2012, yang dilakukan PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, semakin seru ketika saat-saat terakhir muncul nama-nama baru meramaikan bursa pencalonan G-1 dan G-2 Brebes.

Demikian dikatakan mantan anggota DPRD Brebes Fraksi PDIP periode 1999-2004, Radono Walam, Rabu 25 Januari 2012. Menurutnya, nama-nama kandidat baru tersebut sama sekali tidak pernah diduga oleh masyarakat. Menariknya, ada salah satu nama pengambil formulir yang berasal dari kalangan keluarga pemilik PO. Dewi Sri yakni H. Aidi.

“Munculnya kandidat ini memicu kontroversi terjadinya dugaan persaingan dalam keluarga, karena sebelumnya sudah tercatat nama Hj. Idza Priyanti, Wakil Bupati Brebes saat ini yang merupakan ipar H. Aidi, juga mendaftar sebagai cabup atau cawabup. Walhasil, itu menimbulkan berbagai spekulasi dan menimbulkan rumor baru di masyarakat,” tutur Radono.

Dikatakannya, bahwa dugaan sementara yang beredar, kemunculan salah satu nama dari keluarga besar pemilik perusahaan bus Tegal tersebut, merupakan skenario perlawanan yang dibuat oleh salah satu kandidat dari unsur militer.

“Kandidat ini dianggap sebagian kalangan masyarakat memiliki potensi kuat menjadi Kepala Daerah. Manuver yang dilakukan Agung Widyantoro yang juga mengambil formulir pendaftaran di PDI Perjuangan, ditengarai dibantu oleh Walikota Tegal, sebagai upaya menyelamatkan posisi Wakil Bupati Incumbent yang merupakan kakak kandungnya. Itu hanya prediksi saja, soal benar dan tidaknya kita lihat saja nanti,” ujar Radono yang mewakili Letnan Kolonel (AL) Budi Arie Sutrisno saat mengambil formulir pendaftaran cabup di DPC PDI Perjuangan.

Ketika ditanya siapa pasangan yang akan digandeng Budi Arie Sutrisno, Radono tidak bisa memberi kepastian. "Saya tidak tahu persis tentang hal itu. Saya hanya diamanati menyelesaikan proses administrasi pendaftaran saja. Tentang dengan siapa akan berkolaborasi, saya tidak mengetahui," ucapnya.

Pendekatan yang dilakukan masing-masing kandidat kepada siapapun dan dari partai manapun, lanjut Radono, adalah hak setiap orang untuk membina hubungan baik menjelang Pilkada. Mencari dukungan dan koalisi tidak ada pembatasan, termasuk manuvernya Pak Agung sebagai Ketua Partai Golkar Brebes.

"Pada akhirnya nanti masyarakat yang menilai, apakah pantas jika seorang pemimpin sebuah partai loncat pagar meninggalkan partainya hanya untuk meraih keuntungan pribadi. Biar saja rakyat yang memutuskan dia sebagai pemimpin amanat atau pengkhianat rakyat,” tandas Radono.

Ditambahkan, dia menghimbau kepada masyarakat Brebes secara umum, sekarang saatnya rakyat yang menentukan siapa yang layak menjadi pemimpinnya, bukan seseorang yang menawarkan diri jadi pemimpin dengan iming-iming uang.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita