Narjo (tengah, pakai peci) didampingi para pendukungnya usai mengambil formulir pendaftaran (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Hingga memasuki hari kelima pendaftaran bakal calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Wabup) untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Brebes 2012, di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sejumlah kandidat masih terus bermunculan. Baik kandidat yang datangnya dari partai maupun dari luar partai.
Pada Jumat 20 Januari 2012 sekitar pukul 09.00 WIB, Narjo yang merupakan kader PDI-P Brebes, juga ikut ambil bagian mendaftarkan diri sebagai bakal Cawabup dengan mengambil formulir pendaftaran.
Narjo yang datang didampingi puluhan pendukungnya dari PAC-PAC ini, mengatakan dirinya mencalonkan diri sebagai bakal Cawabup, selain karena atas dukungan dari puluhan pendukungnya, juga karena berhasil memperoleh dukungan suara terbanyak pada Pemilu Legislatif 2009 di Kabupaten Brebes.
"Atas dukungannnya itu, Insya Allah rekomendasi untuk Cawabup dari DPP itu akan saya dapatkan," ujar Narjo optimis.
Berbeda dengan kandidat yang berangkat dari pensiunan birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Brebes, yaitu Dr. H. Muntoha Nasuha MPd. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes ini datang ke DPC PDI-P sekitar pukul 10.00 WIB, seorang diri mengenakan kaos oblong dan bersepatu ket.
Kandidat yang pada Pilkada 2007 lalu juga mencalonkan diri sebagai Cawabup itu, mengambil formulir pendaftaran untuk posisi G2 (Wabup).
Saat dikonfirmasi wartawan, Muntoha mengatakan dirinya ikut mencalonkan diri sebagai Cawabup, hanya ingin mendampingi oleh kandidat yang mencalonkan sebagai bupati yang mempunyai modal uang banyak.
"Saya inginnya didampingi oleh kandidat bakal cabup yang punya modal uang banyak, karena saya tidak punya uang," tutur Muntoha sambil tertawa.
Tapi yang jelas, lanjut Muntoha, dia mencalonkan diri sebagai Wabup karena sebelumnya berangkat dari birokrasi Pemerintahan Kabupaten Brebes. "Tujuannya, ya ingin membangun Brebes ke depan dengan tata birokrasi yang lebih baik lagi," tandasnya.
Sementara H. Sarei Abdul Rosyid SIP, kader PDIP putra asli Brebes juga ikut meramaikan bursa penjaringan bakal Cabup dan Wabup. Dia bersama puluhan pendukungnya dari sejumlah pengurus PAC PDIP, mengambil formulir pendaftaran di kantor DPC PDIP Brebes, Jalan Taman Siswa 8, sekitar pukul 13.30 WIB.
Lantas apa motivasinya? "Yang pertama adalah, bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk maju menjadi Kepala Daerah. Apalagi, saya kader PDIP asli Brebes. Ingin juga memberikan kontibusi sekaligus ndadar awak," cetus Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng tersebut.
Namun demikian, menurutnya, yang terpenting saat ini adalah mengikuti mekanisme yang sedang berjalan di proses penjaringan PDI-P, dan menunggu hasil rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP PDIP.
Sekarang ikuti proses saja, mau G1 atau G2 lihat perkembangan terakhir nanti. Kalau optimis lolos verifikasi, harus optimis karena syarat administratif seperti pendidikan, sehat dan usia saya memenuhi peraturan.
“Tapi nantilah mengerucut saat rekomendasi turun, siapapun harus patuh pada rekomendasi, khususnya bagi kader PDIP. Yang jelas, saya tidak pernah coba-coba maju dalam bursa pemilihan. Niat saya ingin melihat dan membuat Brebes lebih baik dari sekarang. Pengabdian belum berakhir," terangnya.