Ilustrasi
PanturaNews (Tegal) - Sedikitnya 2.605 kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin dikembalikan. Sebab, dari hasil laporan lurah-lurah ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat (Dispermas) KB Kota Tegal, Jawa Tengah, tercatat banyak nama pemilik ganda, tidak ditemukan orangnya serta warga pindah maupun telah meninggal dunia.
Hal itu disampaikan Kepala Dispermas KB Kota Tegal, Drs Arief Purwantono, Jumat 20 Januari 2012 di kantornya.
Menurut Arif, meskipun demikian bagi warga miskin yang tidak masuk dalam data base Jamkesda, masih bisa dilayani apabila menjalani rawat inap. Yakni dengan menunjukkan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP), serta masuk dalam kreteria sesuai hasil home visit.
"Warga Kota Tegal yang masuk Jamkesda sekitar 14.000 jiwa. Saat ini, kami sedang melakukan validasi data warga ,sesuai data dari BPS tahun 2008 yang tercatat sebanyak 15.077 KK," katanya.
Arief mengemukakan, hasil dari validasi data akan digunakan sebagai dasar untuk pemberian Jamkesda serta data pembagian rastis maupun raskin. Untuk alokasi anggaran yang dibutuhkan pada tahun 2010 ternyata mencapai sebesar Rp 10 miliar. Padahal, angaran yang disiapkan hanya Rp 7 miliar, sehingga terjadi kekurangan. Sedangkan pada tahun 2011 hanya dianggarkan Rp 3 miliar serta pada tahun 2012 dianggarkan Rp 3 miliar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal, dr Muhamad Hafizd mengatakan, jumlah tunggakkan Jamkesda Kota Tegal pada tahun 2011 mencapai Rp 900 juta. Dengan kondisi demikian, pihaknya pada tahun 2012 mengalokasi anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk program tersebut.
Menurut Hafizd, pihaknya juga berkerjasama dengan Pemprov Jateng dalam pembiayaan pasien yang dirujuk ke rumah sakit provinsi. Yakni 60 persen ditanggung Pemkot dan 40 persen ditanggung Pemprov.
"Berdasarkan data dari PT Askes Persero Cabang Pekalongan jumlah peserta Jamkesda mencapai 15.432 jiwa. Untuk peserta cadangan melalui home visit sebanyak 1.000 jiwa," katanya.
Dengan jumlah tersebut, lanjut Hafizd, jumlah kartu yang dicetak sebanyak 14.410 kartu dengan jumlah penerima kartu sebanyak 11.805 jiwa. Dalam data itu ternyata juga terdapat double kartu atau data ganda sebanyak 2.605 jiwa. Sedangkan sisa kartu atau cadangan untuk tahun 2012 mencapai 4.627 jiwa.
"Sementara data pelayanan kesehatan pasien Jamkesda tahun 2011 mencapai 5.412 jiwa untuk pelayanan rawat jalan dan 1.515 jiwa untuk pelayanan rawat inap," tandasnya.