Ir. Amin Budhi Raharjo MPi
PanturaNews (Brebes) - Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Ir. Amin Budhi Raharjo MPi, menyatakan terkait dengan keberadaan warganya yang terancam dengan adanya teror penembakan yang membabi buta di Aceh, masih akan ditelusuri.
Sebab, meski hidup di perantauan sebagai pekerja bangunan, namun tidak terdapat nama-nama warganya diinstansinya selaku pemberi rekomendasi.
"Memang kalau ada para pekerja yang ingin berangkat, baik ke luar Pulau Jawa sebagai transmigran maupun ke Luar Negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), ada rekomendasi dari kita sebagai bukti, bahwa yang bersangkutan berangkat sebagai pekerja illegal," ujar Amin saat dikonfirmasi PanturaNews, Jumat 13 Jnuari 2012, di ruang kerjanya.
Kemungkinan, lanjut Amin, mungkin para pekerja asal Brebes yang saat ini berada di daerah rawan konflik, diajak oleh saudara atau kerabatnya sendiri yang sudah pernah bekerja di Aceh ini, sehingga di dinasnya tidak terdapat daftar nama-nama sebagai pekerja transmigran.
"Tapi, meskipun kami saat ini belum mengetahui nama-nama warga Brebes yang bekerja di Aceh, tetap akan kami telusuri kembali," terangnya.
Sebelumnya, Bupati Brebes, H. Agung Widyantoro SH MSi, akan memerintahkan Dinsosnakertrans setempat, untuk melakukan koordinasi.
"Kita tidak ingin bereaksi terlalu spontan. Kita perlu kaji dulu atas ancaman, gangguan dan bahayanya itu seperti apa," ujar Bupati Brebes saat dikonfirmasi PanturaNews, Kamis 12 Januari 2012 sore di kantornya.