Rabu, 11/01/2012, 09:12:05
HUT PDIP Ke-39: Kader Partai Harus Aktif Menggalang Rakyat
SL-SL Gaharu

Megawati Soekarnoputri

Pada pidato peringatan HUT Ke-39 PDI Perjuangan di Sekretariat DPP PDI Perjuangan Jakarta, Selasa 10 Januari 2012, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kembali mengajak para kadernya menjadi bagian terdepan dalam upaya penyelesaian masalah-masalah rakyat, khususnya rakyat miskin.

"Setiap kader harus memperkuat jati diri partai yang berasal dari rakyat, untuk rakyat, dan terdepan di dalam membela rakyat, khususnya rakyat yang miskin, tertindas, atau diperlakukan tidak adil oleh penguasa," kata Mega.

Ditegaskan, partai telah memilih menempuh jalan ideologi. Sebagai partai ideologi, empat pilar berbangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Kebhinekaan Indonesia harus tetap di pegang teguh oleh setiap kader partai.  

Setiap kader, harus aktif menggalang kekuatan rakyat melalui pendidikan politik dan membangun fasilitas umum bersama rakyat. Untuk itu, kader yang ada di parlemen pusat dan daerah, serta yang menjadi kepala daerah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. 

“PDI Perjuangan harus menjadi bagian terhadap upaya penyelesaian masalah rakyat lewat kebijakan yang prorakyat, baik di tingkat nasional melalui DPR, mau pun di tingkat provinsi dan kabupaten, kota lewat kepala dan wakil kepala daerah,” ujar Presiden RI kelima.

Dalam kesempatan itu, Megawati berharap peringatan HUT Ke-39 PDI Perjuangan dijadikan momentum personil melalui kaderisasi dan pelaksanaan Trias Dinamika partai.

Terkait situasi nasional, Ketua Umum PDI Perjuangan memerintahkan para kader bersama rakyat mengantisipasi, mempersiapkan diri, dan menyiapkan tanggap darurat bahaya banjir, tanah longsor, bencana alam dan ancaman kekurangan pangan.

Sebagai salah satu negara kepulauan, lanjut Megawati, Indonesia perlu memberi perhatian khusus terhadap sejumlah persoalan lahan-lahan di beberapa daerah. Apa yang tengah terjadi sekarang ini, karena pemerintah tidak pernah terbuka untuk membicarakan dan memberi penjelasan setiap persoalan tersebut kepada rakyatnya.

"Jadi, konsekuensi logisnya sekarang apakah kita akan berdiam diri. Kalau rakyat menuntut, seharusnya kita berbicara, kenapa mereka bisa seperti itu. Ini kewajiban pemerintah supaya tidak terus terjadi kesengsaraan bagi rakyat yang hidup di tengah-tengah tanah yang harusnya berlimpah akan kekayaan ini," tuturnya.

Megawati juga menyarankan pemerintah untuk lebih serius memperhatikan persoalan pangan di Indonesia, dengan cara tidak menganggu lahan produktif.

"Jadi tanah-tanah yang produktif itu tidak boleh diganggu gugat, itu untuk lahan lumbung anak cucu kita di kemudian hari. Sedangkan untuk tanah-tanah yang tidak produktif dalam tanda kurung untuk pangan nanti, silakanlah untuk diversifikasi. Saya kira ini yang kurang diperhatikan oleh pemerintah sekarang ini," tandasnya.

Sumber: Situs resmi DPP PDI Perjuangan


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita