Jembatan Plompong putus setelah salah satu pondasi terkikis arus sungai (Foto: Dok/ Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Untuk menangani dua jembatan yang putus di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan, yakni jembatan Plompong, Kecamatan Sirampog dan jembatan Wadasgumantung, Kecamatan Tonjong, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, mengajukan bantuan anggaran sebesar Rp 1,7 miliar ke Provinsi Jawa Tengah.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Penanggulangan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Mujahidin, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu 21 Desember 2011.
Menurutnya, untuk penanganan jembatan Plompong harus menyeluruh, yakni mulai dari normalisasi sungai hingga sampai pada pembuatan cekdam.
Pihaknya berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat merealisasikan pengajuan anggaran untuk penanganan 2 jembatan yang putus tersebut.
Terkait dengan kerugian akibat bencana yang terjadi di wilayahnya tersebut, menurutnya selama dalam Bulan Desember 2011 ini, mencapai Rp 2 miliar lebih. Beberapa bencana tersebut, diantaranya melanda di empat wilayah Kecamatan, yakni Kecamatan Bantarkawung, Sirampog, Tonjong, dan Salem.
Berdasarkan data dari Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) setempat, Bencana di Kecamatan Bantarkawung antara lain ambrolnya fondasi jembatan Citandang di Desa Sindangwangi dan Jembatan Cikamuning di Desa Pengarasan.
"Selain itu juga kerusakan saluran irigasi di Desa Ciomas serta talud longsor di Desa Cinanas," ujarnya.
Di Kecamatan Sirampog, lanjut Mujahidin, berupa putusnya jembatan Plompong, di Kecamatan Tonjong berupa putusnya Jembatan Wadasgumantung, sedangkan di Kecamatan Salem, yakni tanggul Sungai Cilitung di Desa Banjaran ambrol dan mengakibatkan empat rumah hanyut.
Dijelaskannya, pada musim penghujan ini, beberapa wilayah di Kabupaten Brebes memang rawan longsor dan banjir.
"Biasanya bulan-bulan paling rawan bencana adalah bulan Januari hingga Februari" terangnya.