Jembatan Jimbluk di jalan menuju OW Pemandian Air Panas Tirta Husada putus diterjang banjir bandang (Foto: Zenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Bencana alam banjir bandang terjadi di Dukuh Cipanas, Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis 01 Desember 2011 sore. Akibatnya, sebuah jembatan putus dan beberapa rumah serta bangunan milik warga rusak.
Luapan air dan lumpur juga merendam komplek Obyek Wisata (OW) Pemandian Air Panas Tirta Husada yang ada di lokasi bencana tersebut.
Banjir bandang itu terjadi setelah jembatan Sungai Jimbluk amblas, akibat terjangan arus air yang deras setelah turun hujan lebat. Bangunan jembatan amblas dan menutup aliran air, sehingga air sungai yang sangat deras meluap ke jalan dan masuk ke rumah-rumah warga di RT 03 RW 03 Dukuh Cipanas.
"Hujan mulai pukul 11.30 WIB kemudian karena aliran sungai yang sangat deras itu tertutup jembatan yang putus, dan sekitar pukul 14.00 air sungai tiba-tiba meluap dengan deras menerjang ke pemukiman warga," kata Atmo Wibowo, Kepala Dusun setempat.
Luapan air dan lumpur yang sangat deras itu juga merendam belasan rumah warga dan ada beberapa yang mengalami kerusakan. Rumah dan bangunan yang terendam lumpur diantaranya milik, Atmo Wibowo (50), Suryo Supeno (50), Kasman (45), Tasro (49), H Ahmad (60), Sudarno (45), Sudarto (45), Heni (60) dan beberapa lainnya.
"Bangunan gudang dan warung milik warga ada yang rusak," kata Atmo.
Selain itu, kompleks OW Pemandian Air Panas Tirta Husada yang ada di lokasi itu terkena luapan lumpur. Bahkan lumpur juga masuk ke dalam kolam pemandian, sehingga airnya menjadi kotor dan berwarna kuning. Bangunan pengaman pondasi tembok Sungai Cipanas yang membatasi bangunan OW itu juga rusak terkena terjangan arus deras sungai.
Manajer OW Pemandian Air Panas Tirta Husada, Rifa'i mengatakan, OW yang dikelolanya tidak mengalami kerusakan akibat peristiwa itu, hanya kebanjiran lumpur. Tapi karena jembatan Sungai Jembluk amblas, menjadikan akses utama menuju lokasi OW putus. "Akses jalanya saja yang putus," ujarnya.
Akibat kejadian itu, diperkirakan OW Pemandian Air Panas Tirta Husada akan ditutup selama sehari untuk dilakukan pembersihan. "Rencana akan kita tutup sehari untuk membersihkan lumpur," katanya.
Tidak ada korban jiwa akibat bencana alam itu, tapi kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Kerugian itu diantaranya meliputi jembatan yang amblas, ruamah warga dan bangunan gudang serta beberapa ternak milik warga yang hilang diterjang banjir.