Kamis, 01/12/2011, 17:24:21
Kwalitas Pekerjaan Proyek Polder Mengecewakan
JAY-Riyanto Jayeng

Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal, HM Nursholeh melihat gambar yang ditunjukkan pelaksana proyek (Foto: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Kwalitas proyek Polder Kaligangsa, Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah dinilai sangat mengecewakan jika dilihat dari sisi kwalitas bahan material maupun kwalitas pekerjaan. Pasca retaknya dinding kolam retensi sekitar dua minggu lalu, ternyata kondisi tidak makin membaik tapi justru nampak makin semrawut.

Demikian ditegaskan Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, HM Nursholeh MMPd, di sela-sela tinjauan lapangan bersama tim Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat, Kamis 01 Desember 2011.

“Pokoknya kami kecewa dengan pekerjaan proyek polder ini. Rupanya pelaksana pekerjaan sangat tidak memperhatikan kwalitas bahan material maupun kwalitas pekerjaan. Pasca retaknya dinding kolam retensi sekitar 2 minggu lalu, ternyata kondisi tidak makin membaik tapi justru nampak makin semrawut,” ujar Nursholeh.

Hal senada disampaikan anggota Komisi III Abdullah Sungkar ST SE. Menurut Sungkar, sejak awal terjadi kekeliruan dalam proses pekerjaan. Pelaksana pekerjaan tidak melakukan uji lab terhadap texture tanah maupun kekuatan dinding kolam.

Lebih jauh Sungkar mengatakan, yang lebih fatal adalah ketiadaan konsultan pengawas. Artinya, dalam proyek bernilai Rp 3.426.808.000 milyar itu, konsultan pengawas hanya diwakili oleh dua orang personil DPU yang bertindak sebagai pengawas.

“Dengan dalih kedua pegawai DPU itu lebih handal, maka mereka tidak menyediakan konsultan pengawas yang ahli di dibidangnya. Lalu jika ada kesalahan dalam proses pekerjaan, apakah kedua pegawai DPU itu mau bertanggungjawab?. Buktinya, beberapa hari lalu terjadi retak parah di dinding kolam retensi yang sedang dikerjakan, apakah itu bukan merupakan keteledoran pengawas?,” jelasnya. 

Sementara, Site Manajer PT  Duta Mas Indah Semarang  Ir Rochmadon, menegaskan, pihaknya optimis pekerjaan bisa selesai tepat waktu, yakni paling lambat tanggal 28 Desember 2012. Penambahan waktu, karena ada perubahan scedule. Yakni, adanya pekerjaan baru scren sampah (saringan) depan rumah pompa.

"Perbaikan telah kami lakukan, sesuai dengan saran konsultan perencana. Sehingga kami optimis, pekerjaan bisa tepat waktu dan mutu," tegasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita