Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Sebanyak lima siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dipastikan gagal mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun 2011. Pasalnya, kelima siswa itu hingga Rabu 11 Mei 2011 atau hari kedua pelaksanaan UN tidak mengikutinya. Ironisnya pula, empat dari lima siswa itu tidak ikut UN dengan alasan ikut merantau dan membantu kerja orang tua.
"Sampai hari kedua ini ada lima siswa yang tidak ikut UN SD/MI, satu karena 'drop out' dan empat lainnya ikut merantau bersama orang tuanya," kata Kaderi, penilik TK/SD UPTD Pendikan Kecamatan Bumiayu, yang juga sekretaris pelaksana UN SD/MI Rayon Bumiayu, Rabu 11 Mei 2011 siang.
Lima siswa itu berasal dari SDN Kalinusu 01 sebanyak dua siswa, dan masing-masing satu siswa dari SDN Negaradaha 01, MI Nurul Islam Adisana dan MI Nurul Iman Kalinusu. Empat dari lima siswa ikut orangtuanya membantu bekerja di perantauan di luar daerah. "Ada yang ke Jakarta, Madura dan ada juga yang ke Aceh," ujar Kaderi.
Lima siswa itu juga tidak ikut Ujian Sekolah (US) yang digelar oleh masing-masing sekolah beberapa minggu sebelum pelaksanaan UN. Karena tidak mengikuti US dan UN, dipastikan lima siswa itu tidak akan mendapatkan ijazah SD. "Mereka tidak ikut US dan UN sehingga tidak memiliki nilai untuk syarat kelulusan dan pengisian ijazah," tutur Kaderi.
Sementara itu, Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Bumiayu, Drs Zaini SIP Sos MPd mengatakan, secara umum hingga hari kedua pelaksanaan UN SD/MI di wilayah kerjanya berjalan lancar. Jumlah peserta UN ada 2110 siswa yang terdiri dari 1642 siswa SD dan 468 siswa MI. Penyelenggara UN sebanyak 74 sekolah yang terdiri atas 56 SD dan 18 MI. "Penyelenggaraan di semua SD dan MI lancar tidak ada kendala," katanya.
Soal dan lembar jawa UN dan perlengkapan administrasi UN semuanya dipusatkan penyimpanannya di Kantor UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Bumiayu dan didistribusikan ke masing-masing sekolah pada setiap pagi menjalang pelaksanaan UN. "Pertimbangan keamanan dan untuk memudahkan distribusi, soal UN penyimpanannya sentral satu tempat di Kantor UPTD," pungkas Zaini.