Kepala Disporabudpar Kota Tegal, Ir. HM Wahyudi (Foto: Gaharu)
PanturaNews (Tegal) - Sarana rekreasi berupa anjungan pantai di obyek wisata Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal, Jawa Tengah, dinilai kurang bermanfaat dan diusulkan untuk dibongkar. Pasalnya, anjungan yang terbuat dari bahan kayu itu, kini patah menjadi dua akibat kontruksi kayu yang sudah lapuk.
Alasan pembongkaran itu karena kondisi anjungan dianggap sangat membahayakan keselamatan pengunjung wisata. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tegal, Ir. HM Wahyudi, Minggu 27 Maret 2011.
“Kami sendiri sudah tahu, dua anjungan pantai yang ada di PAI semuanya dalam kondisi rusak. Akan tetapi dalam tahun 2011 ini tidak ada anggaran untuk renovasi anjungan. Karena kondisinya cenderung membahayakan keselamatan pengunjung, kami akan mengusulkan untuk dibongkar. Apalagi anjungan pantai yang sebelah timur sudah patah menjadi 2 bagian. Kami khawatir terjadi bahaya bagi pengunjung yang naik anjungan, karena tidak ada larangan,” kata Wahyudi.
Lebih jauh Wahyudi mengatakan, untuk mewujudkan PAI menjadi alternative wisata yang memiliki daya tarik, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin memperbaiki sejumlah sarana dan bertahap menambah wahana wisata. Saat ini, Disporabudpar sudah menggandeng para seniman untuk bekerjasama memajukan PAI yang menjadi pariwisata andalan satu-satunya dengan membangun kelompok yang disebut kampung seni.
“Jadi tidak harus berupa anjungan, nantinya semua anjungan pantai akan kami bongkar. Kami akan mencoba membuat anjungan pantai yang lebih representative untuk menikmati rekreasi di PAI. Seperti yang saat ini kami lakukan dengan menggandeng para seniman untuk berinovasi dan berkreatifitas di PAI agar dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung wisata,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal dari Fraksi PDI Perjuangan, Sutari SH mengatakan, anjungan wisata yang pembuatannya dibiayai dana APBN dan APBD hingga Rp 2 milyar lebih itu, terkesan tidak pernah terpelihara rutin dengan baik. Kesan kumuh dan kerusakan di beberapa bagian anjungan, dikhawatirkan mengundang bahaya bagi pengunjung. Sedangkan anjungan yang sebelah timur, sudah lama patah jadi dua karena hantaman gelombang laut.
Sutari mengatakan, perbaikan sarana wisata tidak hanya berlaku untuk anjungan, tetapi hendaknya sarana lain yang dinilai rusak harus ada perbaikan. Dikatakan, dinas terkait harus jeli dalam melakukan perawatan rutin terhadap sarana dan fasilitas wisata yang ada di PAI saat ini.
Pendapat lain disampaikan anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, Abbas Toya Bawazier SE. Menurutnya, Pemkot sebaiknya lebih serius berfikir tentang peningkatan wahana rekreasi. Sebab, dengan kondisi minimnya wahana rekreasi di PAI, sangat berdampak terhadap minimnya pengunjung wisata yang berakibat terhadap minimnya pendapatan daerah.
“Saat ini yang perlu diprogramkan oleh Pemkot Tegal dalam upaya mendongkrak pendapatan dari sektor wisata adalah menambah wahana rekreasi baru di PAI. Perbaikan atau pembuatan anjungan tidak akan menambah kawasan PAI menarik, anggaran untuk anjungan hanya sia-sia saja,” tegas Abbas.