Jubir HTI, Ir Ismail Yusanto MM menyampaikan pemaparan tentang penegakan syariat Islam di hadapan para tokoh di Bumiayu. (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyerukan penegakkan Syariat Islam di Indonesia. Penegakkan syariat itu, bisa diwujudkan dengan adanya Khilafah. Demikian seruan yang disampaikan Juru Bicara (Jubir) HTI, Ir Ismail Yusanto MM dalam acara Temu Tokoh
Peduli Syareat Islam, Minggu 27 Maret 2011 siang, di rumah H Muhajir Jamali, Jalan A Dahlan Kota Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
"Saya kira semua umat Islam setuju dengan penegakan syariat, dan syariat itu tidak bisa tegak tanpa khilafah," katanya dihadapan ratusan tokoh agama se-Brebes Bagian Selatan yang hadir pada acara siang itu.
Menurutnya, HTI akan terus berdakwah dan berjuang untuk menegakkan khilafah dan syareat Islam. Dakwah yang dijalankan HTI meliputi Fikriyah (pemikiran) yaitu dengan memberikan penjelasan tentang pentingnya khilafah, dan HTI juga menempuh jalur politik atau siyasah.
"Jadi bukan hanya mendakwahkan pemikiran, tapi juga melakukan perubahan melalui jalur politik," tutur Ismail.
Dikatakan, HTI merupakan gerakan politik internasional yang berpusat di Yordania dan gerakannya telah ada di 40 negara, termasuk di Indonesia ini. HTI berdakwah untuk tegaknya khilafah di setiap negara.
"Di Indonesia termasuk salah satu negara yang potensial untuk mewujudkan khilafah, karena jumlah ummat Islam yang besar," ujar Ismail.
Penegakkan khilafah harus didahulukan, setelah itu baru pelaksanaan syariat, karena tanpa khilafah syareat Islam tidak bisa dilaksanakan. "Khilafah dulu baru syariat, sebab khilafah itu wadah dan syariat itu isinya," tegas Ismail.
Acara temu tokoh peduli syariat itu dihadiri lebih dari seratus tokoh agama yang ada di Brebes bagian Selatan. Hampir seluruh peserta nampak antusias mendengarkan pemaparan dari Ismail, bahkan pada sesi tanya jawab banyak peserta yang ingin menyampaikan pertanyaan, sayangnya waktunya terbatas.