Rabu, 23/03/2011, 18:59:00
Rusak Parah, Anjungan Pantai Dibiarkan Terbengkalai
JAY-Riyanto Jayeng

Anjungan di PAI Kota Tegal sebelah timur sudah lama patah jadi dua karena hantaman gelombang laut. (Foto: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Kerusakan fasilitas dua unit bangunan anjungan wisata di obyek wisata Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal, Jawa Tengah, makin parah. Anjungan wisata yang pembuatannya dibiayai dana APBN dan APBD hingga Rp 2 milyar lebih itu, terkesan tidak pernah terpelihara rutin dengan baik.

Kesan kumuh dan kerusakan di beberapa bagian anjungan, dikhawatirkan mengundang bahaya bagi pengunjung. Sedangkan anjungan yang sebelah timur, sudah lama patah jadi dua karena hantaman gelombang laut.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal dari Fraksi PDI Perjuangan, Sutari SH, Rabu 23 Maret 2011, mengatakan akan menegur Pemkot Tegal melalui dinas terkait supaya melakukan penanganan secepatnya,.

“Kami akan menegur dinas terkait sehubungan kerusakan anjungan wisata yang dinilai dari hari ke hari semakin parah saja. Kami hanya tidak ingin kerusakan anjungan itu terbengkalai begitu saja tanpa ada penanganan yang jelas. Masalahnya, kalau memang anjunganitu masih akan dimanfaatkan, maka harus dibenahi bagian yang rusaknya, jangan dibiarkan begitu saja, sebab bisa mengundang bahaya pengunjung,” tutur Sutari.

Sutari mengatakan, perbaikan sarana wisata tidak hanya berlaku untuk anjungan, tetapi hendaknya sarana lain yang dinilai rusak harus ada perbaikan. Dikatakan, dinas terkait dalam hal ini Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) harus jeli dalam melakukan perawatan rutin terhadap sarana dan fasilitas wisata yang ada di PAI saat ini.

“Di dinas terkait kan sudah ada anggaran operasional pemeliharaan rutin. Apabila anggaran itu tidak mencukupi untuk perbaikan anjungan atau fasilitas lainnya, maka dinas bisa mengusulkan anggaran untuk renovasi dalam pembahasan APBD murni maupun ubahan,” jelas Sutari.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kota Tegal, H Edi Suripno SH. Menurut Edi, Pemkot Tegal hendaknya segera melakukan penanganan anjungan yang kondisinya sudah semakin rusak. Alasannya, anjungan wisata itu merupakan fasilitas rekreasi yang kerap dimanfaatkan pengunjung wisata PAI.

“Jika memang kondisinya rusak, maka harus segera diperbaiki agar dapat dimanfaatkan kembali oleh para pengunjung PAI,” ujar Edi.

Pendapat lain disampaikan anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, Abbas Toya Bawazier SE. Menurutnya, Pemkot sebaiknya lebih serius berfikir tentang peningkatan wahana rekreasi. Sebab, dengan kondisi minimnya wahana rekreasi di PAI, sangat berdampak terhadap minimnya pengunjung wisata yang berakibat terhadap minimnya pendapatan daerah.

“Saat ini yang perlu diprogramkan oleh Pemkot Tegal dalam upaya mendongkrak pendapatan dari sektor wisata adalah menambah wahana rekreasi baru di PAI. Perbaikan atau pembuatan anjungan tidak akan menambah kawasan PAI menarik, anggaran untuk anjungan hanya sia-sia saja,” tegas Abbas.

Abbas menambahkan, berdasarkan hasil kunjungan kerja Komisi I beberapa waktu lalu ke Pemkot Lamongan dapat disimpulkan, Pemkot Lamongan dinilai komitmen terhadap sector pariwisata. Mengingat pariwisata menjadi andalan satu-satunya bagi Pemkot Lamongan untuk menaikan pendapatan daerah.

“Di Kota Lamongan, obyek wisata pantainya dilengkapi dengan wahana rekreasi yang jumlahnya lebih dari 40 jenis. Bisa diibaratkan layaknya taman rekreasi Jaya Ancol, meskipun arealnya lebih kecil dari Ancol hanya sekitar 14 hektar. Saya rasa Kota Tegal mampu menciptakan hal itu, mungkin dalam tahap awal Pemkot harus gandeng investor untuk membenahi obyek wisata PAI,” tandas Abbas.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita