Rabu, 23/03/2011, 17:14:00
Terancam Longsor, Badan Jalan Terkikis Digerus Abrasi
JAY-Riyanto Jayeng

Ketua DPRD Kota Tegal dan rombongan saat tinjauan lokasi di kawasan blok J Pelabuhan Jongor. (Foto: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Kondisi salah satu ruas jalan di kawasan blok J komplek Pelabuhan Jongor, Tegalsari, Kota Tegal, Jawa Tengah, sudah sangat membahayakan. Pasalnya, dinding tanah yang menjadi tumpuan badan jalan aspal itu makin terkikis digerus abrasi. Jika hal itu dibiarkan, dalam waktu singkat bisa terjadi longsor.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Tegal, H Edi Suripno SH di sela-sela tinjauan lokasi, Rabu 23 Maret 2011. 

Menurut Edi, abrasi yang menggerus dinding penopang jalan sepanjang kurang lebih 50 meter itu, harus segera ditangani agar abrasi tidak makin meluas. Jika tidak ada tindak lanjut dari dinas terkait, maka dipastikan jalan aspal yang menjadi akses utama kawasan blok J Pelabuhan Jongor akan longsor. Apabila sudah longsor, maka otomatis masyarakat akan dirugikan.

“ Kami akan minta kepada Dinas terkait untuk segera menangani abrasi yang sudah sedemikian membahayakan. Setidaknya harus dibuatkan tanggul penahan gelombang dan pengurugan agar kembali seperti semula, ini keadaaan darurat harus segera ditangani,” kata Edi.

Sementara, anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKB, Heri Kuntoro, mengatakan, atas keluhan sejumlah warga yang sudah berulang kali mengadukan kondisi parahnya abrasi, pihaknya minta kepada Pemkot Tegal melalui dinas terkait untuk segera melakukan tindakan antisipasi.”Pemkot harus bertindak agar abrasi yang menggerus bahu jalan itu segera ditangani. Jika hal itu dibiarkan, maka akan menghambat jalur transportasi ekonomi warga,” kata Heri Kuntoro     

Sebelumnya, Hj Saonah (44), salah seorang warga yang memiliki usaha pengeringan ikan tepat di depan lokasi abrasi, mengatakan, kondisi terparah terjadinya abrasi dimulai sejak musim angin barat sekitar Desember 2010 lalu. Karena dibiarkan maka sampai bulan Pebruari ini kondisi abrasi makin memanjang.

Menyikapi adanya abrasi tersebut, dirinya selaku warga, secara pribadi  pernah melakukan pengurugan menggunakan batu kali hingga 4 unit truk. Akan tetapi pengurugan yang dilakukannya tidak banyak membuat perubahan karena sabuk beton yang menahan batu sudah ambrol.

“Awalnya kami sudah melakukan pengurugan sendiri dengan menggunakan batu kali sebanyak 4 truk. Akan tetapi abrasi terus terjadi dan kini makin panjang hampir sampai 50 meter panjangnya,” kata Saonah.

Dirinya sangat berharap agar ada penanganan serius dari Pemerintah Kota Tegal agar abrasi tidak makin meluas. Sebab jika hal iutu dibiarkan, dikhawatirkan dalam waktu dekat jalan aspal yang menjadi satu-satunya jalur ekonomi para pengusaha ikan asin terkena longsor. “Kami minta Pemkot Tegal segera tangani abrasi yang sudah menggerus bahu jalan ini,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tegal, Ir Gito Mursriyono saat dikofirmasi per telepon mengatakan, pihaknya sudah mendapat masukan mengenai adanya abrasi di blok J kawasan pengeringan ikan Pelabuhan Jongor. Menurutnya, dalam tahun ini sudah akan dilakukan pembuatan talud yang dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Pertanian (Dislatan).

“Setelah dibuatkan talud, baru kemudian DPU akan memperbaiki jalan yang sebagian pinggirnya sudah ikut tergerus,” tandas Gito.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita