Rabu, 09/03/2011, 18:02:00
Pergerakan Tanah di Jalur Ciregol Belum Berhenti
ZM-Zaenal Muttaqin

Beberapa sepeda motor melintas di jalan Ciregol yang ambles dan masih dilakukan pengurugan dengan sirtu. (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Pergerakan tanah di tikungan Ciregol, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang mengakibatkan ambles dan putusnya jalan raya antara Tegal - Purwokerto, masih terus terjadi. Pengurugan dengan pasir dan batu (sirtu) juga masih terus dilakukan, tapi jalan terus ambles. Arus kendaraan tetap dialihkan ke jalur-jalur alternatif.

"Sirtu yang digunakan untuk mengurug bagian jalan yang ambles jumlahnya sudah ratusan truk, tapi tetap saja jalan terus ambles karena tanah tak berhenti bergerak," kata Nawir, pelaksana pengurugan yang ada di lokasi kepada PanturaNews, Rabu 09 Maret 2011 sore.

Pergerakan tanah terjadi setiap detik, sehingga ribuan kubik sirtu seperti habis terbenam dan hanya nampak pada bagian atasnya. Kondisi jalan juga terus ambles, sehingga sangat menyulitkan untuk dilintasi kendaraan.

"Setelah diurug dan diratakan baru bisa dilewati mobil, tapi hanya beberapa saat jalan sudah ambles lagi," ujar Nawir.

Sementara itu, akibat amblesnya jalan Ciregol transportasi dengan kendaraan angkutan bus antara Tegal - Purwokerto sampai saat ini masih putus. Dari arah Tegal, penumpang diturunkan di Kosambi, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal dan dari arah Purwokerto penumpang hanya sampai di Pasar Linggapura, Kecamatan Tonjong.

Selanjutnya penumpang menggunakan ojek baik dari Kosambi maupun dari Linggapura, dengan ongkos antara Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. Hanya kendaraan kecil yang bisa dialihkan ke jalur alternatif, antara Desa Kutamendala dengan Desa Desa Linggapura.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita