Minggu, 06/03/2011, 17:24:00
Cuaca Ekstrim, Belasan Pengolahan Ikan Asin Kolap
JAY-Riyanto Jayeng

Penjemuran ikan asin (Foto: Dokumen)

PanturaNews (Tegal) - Sedikitnya 17 industri pengolahan ikan asin di Kota Tegal, Jawa Tengah, kolap. Kondisi cuaca ekstrim belakangan ini, menjadi salah satu pemicu merosotnya perolehan ikan yang kian hari kian menurun. Nelayan takut untuk melaut. Dari 63 industri pengolah ikan asin, hanya 46 yang masih bertahan.

Ketua Kelompok Pengolah Ikan Asin Cahaya Semesta Kota Tegal, Gunaryo, Minggu 06 Maret 2011, mengatakan berdasarkan perhitungan data kelompoknya, di Kota Tegal ada 63 industri pengolahan ikan asin. Namun dari jumlah itu, 17 industri lainnya mengalami ketersendatan produksi, lesu, bahkan ada yang sampai tidak berproduksi sama sekali.

"Dari 63 industri pengolah ikan asin yang pernah aktif. Hanya 46 industri yang sampai saat ini masih bertahan. Itu pun hanya pelaku usaha yang kuat dalam hal modal atau termasuk pengolah ikan asin skala besar," ujar Gunaryo.

Sedangkan untuk usaha skala menengah hingga kecil, sampai saat ini masih mengalami ketersendatan produksi. Kondisi lesunya usaha pengolah ikan asin ini, mulai terjadi sejak tiga bulan belakangan hingga sekarang.

Padahal saat normal atau sebelumnya, untuk industri pengolah ikan asin ukuran sedang ke bawah mampu memproduksi ikan asin hingga 2 ton per hari, dan industri pengolahan besar mencapai sekitar 7 ton per hari. Akibat lesu, kini produksi pun ikut berkurang.

"Industri ikan asin ukuran sedang ke bawah produksinya mencapai 5 kuintal per hari, dan yang besar sekitar 2 ton per hari," ungkapnya.

Hasil produksi tersebut, biasanya untuk industri pengolah ikan asin sedang mengirimkannya ke Tasikmalaya, dan Garut Jawa Barat. Sedankan untuk industri pengolahan besar, mengirimkan hasil ikan asin ke Jakarta, Medan dan sejumlah kota di luar jawa.

Kendati pihaknya telah berpengalaman dalam soal produksi ikan asin, namun dia belum bisa memprediksi sampai kapan kelesuan melanda pengolah ikan asin. "Tidak tahu akan sampai kapan kondisi lesu seperti saat ini," ujarnya.

Salah satu pekerja industri pengolah ikan asin TR di Kelurahan Tegalsari, Tegal Timur, Gunadi,35, mengakui jika industri olahan ikan asin kini rata-rata mengalami kelesuan. Tak terkecuali di tempatnya bekerja ini.

"Biasanya kami mampu mengirimkan ikan asin per hari 5 ton, tapi saat lesu, kami hanya bisa memproduksi ikan asin sekitar 6 kwintal," tutur Gunadi.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita