Minggu, 23/01/2011, 14:45:00
Sosialisasi Empat Pilar Harus Menggunakan Hati Nurani
IK-Ahmad Solichin

Ketua MPR RI, H.M Taufiq Kiemas. (Foto: Dok PanturaNews)

PanturaNews (Senayan) - Sosialisai Empat Pilar Kebangsaan yang dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), mendapatkan respon yang beragam. Ada yang menyambut dengan positif, tapi ada juga yang berpandangan negatif.

Demikian Ketua MPR RI, H.M Taufiq Kiemas saat berbicara dalam acara dengan Koordinatoriat Wartawan MPR/DPR/DPD di prees room, Nusantara III, Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa pekan kemarin. “Empat pilar banyak direspon, bararti empat pilar bergerak. Artinya mereka menyimak dan mengikuti apa yang dilakukan oleh MPR,” katanya.

Menurut Taufiq, bahwa untuk mensosialisasikan Empat Pilar harus menggunakan hati nurani dan dipraktekan. “Menjalankan kebhinnekaan harus menggunakan hati nurani dan dipraktekan, kita percaya dan yakin ini akan berjalan. Perbedaan adalah hikmah dan kekuatan kita,” jelasnya.

Intinya, lanjut Taufiq, bahwa tugas pokok MPR RI menjaga Kebhinnekaan yang akhir-akhir ini mulai luntur. “Kalau bicarakan UUD 1945, Pancasila, NKRI bisa dalam satu meja, tapi kalau bicara Kebhinnekaan harus di praktekan dan turun langsung ke masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan lain, Ketua MPR RI didampngin para wakilnya menerima Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) yang maksud kedatangan adalah untuk tetap menjaga silaturahmi dengan para pimpinan MPR RI.

“Selain itu, kami ingin menyampaikan rasa gelisah dan keprihatinan kami karena saat ini ada usaha-usaha penyeragaman di negara Indonesia. Kami sebagai rakyat bangsa ingin mengingatkan pada rakyat, bahwa Indonesia itu terdiri dari keberagaman yang saling memperkuat satu sama lain, jadi wacana soal penyeragaman itu kami rasa sangat bertentangan dengan ke-bhinneka-an yang termasuk dalam Empat Pilar berbangsa,” papar KH. Maman Imanulhaq dari ANBTI.

Keberagaman di Indonesia adalah kekayaan bangsa. Untuk itu harus dijaga dan sekaligus diimplementasikan kepada diri kita sendiri, dan kepada seluruh rakyat Indonesia. “Kami melihat MPR sebagai lembaga negara, begitu seriusnya dalam mensosialisasikan Empat Pilar berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kami ingin ikut bermitra dengan MPR untuk mewujudkan niat MPR agar Empat Pilar terutama Bhinneka Tunggal Ika dapat terimplementasi dengan baik di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Maman.

Lima pokok permasalah yang ANBTI lihat, seperti kebebasan beragama dan berkeyakinan, penegakan hukum dan HAM, masalah sosial seperti kesehatan dan pendidikan, Sumber daya alam (SDA) dan yang terakhir masalah perbatasan dan maritim.

Dalam masalah tersebut, Taufiq Kiemas menyatakan bahwa masalah-masalah wawasan kebhinnekaan dan wawasan nusantara, adalah memang sesuatu yang sangat penting untuk dibicarakan, terutama soal-soal yang sekarang sedang hangat yaitu soal keistimewaan Yogya, Papua, dan masalah kelautan.

Sementara saat menerima Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhamadiyah (IPM), Ketua MPR RI berharap sebagai organisasi pelajar, IPM mempelopori intelektual Islam moderat untuk kalangan pelajar. Karena tanpa adanya Islam moderat, NKRI akan terpecah belah. “Intelektual Islam moderat sangat bagus sekali, dan ini harus ditumbuhkan, tanpa Islam moderat Negara akan terpecah belah,” katanya.

Taufiq menjelaskan, bahwa dengan intelektual akan sanggup menghindari Islam radikal. ”Ini bagus sekali, IPM dapat berinisiatif untuk mencegah timbulnya Islam radikal di sekolah-sekalah,” tuturnya.

Ketua Umum IPM, Slamet Nur Acmad Effendy, mengatakan organisasi pelajar IPM akan mendukung program MPR RI, yakni mensosialisasikan Empat Pilar berbangsa dan bernegara. “IPM siap bekerja sama dengan MPR untuk mensosialisasika Empat Pilar berbangsa dan bernegara di sekolah-sekolah,” tegasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita