Sabtu, 15/01/2011, 17:46:00
Rosalina: Perempuan Harus Mampu Meraih Jabatan Politik
GHJay-SL. Gaharu & Riyanto Jayeng

Ketua Departemen Wanita PDI Perjuangan Kota Tegal, Hj Rosalina Ikmal Jaya (Foto: SL Gaharu)

PanturaNews (Tegal) – Departemen Wanita (Depwan) PDI Perjuangan Kota Tegal, Jawa Tengah, menggelar Saresehan Pemberdayaan Perempuan Dalam Berpolitik, diikuti kader-kader perempuan dari ranting maupun PAC se Kota Tegal, Sabtu 15 Januari 2011, di Rumah Srikandi Jalan Tentara Pelajar Kota Tegal.

Saresehan menghadirkan dua pembicara, yakni Wakil Ketua Pemberdayaan Perempuan DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Hj Sri Ruwiyati SE,MM dan Dosen Universitas Pancasakti Tegal, Dr Hamidah Abdurrachman, yang menyajikan makalah ‘Tantangan dan Hambatan Perempuan dalam Partisipasi Politik’.

Ketua Departemen Wanita PDI Perjuangan Kota Tegal, Hj Rosalina Ikmal Jaya, mengatakan bahwa saresehan diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Ibu. Menurutnya, dengan diselenggarakanya saresehan Pemberdayaan Perempuan Dalam Politik ini, diharapkan ke depan para kader PDI Perjuangan Kota Tegal akan mengerti soal politik.

“Ketika para perempuan sudah pandai berpolitik, mereka akan mampu mengikuti kompetisi meraih jabatan politik. Kalau pada Pemilu Legeslatif 2009 hanya satu perempuan yang berhasil menjadi anggota DPRD Kota Tegal, maka pada Pemilu Legeslatif 2014 diharapkan minimal tiga perempuan bisa menjadi wakil rakyat,” tutur Rosalina.

Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, H Ikmal Jaya, SE,Ak dalam sambutanya mengatakan, setelah saresehan akan muncul semangat berpolitik dari para kader perempuan. Menurutnya, saat ini sudah eranya para perempuan untuk meraih dan menduduki jabatan politik.

“Namun jabatan politik tidak bisa diraih sekonyong-konyong, tapi harus diperjuangkan sejak jauh-jauh hari. Perjuangan bisa dimulai dari sekarang, dan berkiprah pada Pemilu 2014,” ujar Ikmal Jaya yang juga menjabat Walikota Tegal.

Dituturkan Ikmal Jaya, sebenarnya kader-kader PDI Perjuangan Kota Tegal paling diuntungkan, karena memiliki kader yang menjabat walikota dan ketua DPRD. Tapi keuntungan itu belum dimanfaatkan sepenuhnya, apalagi oleh kader-kader perempuan. Karena itu, inilah saatnya memanfaatkan peluang itu dengan berjuang di tengah masyarakat.

“Partai yang mendapat simpati masyarakat, adalah partai yang selalu memperjuangkan aspirasi masyarakatnya. PDI Perjuangan Kota Tegal punya walikota dan ketua DPRD, ini yang harus dimanfaatkan para kader,” tandas Ikmal.

Sementara Dr Hamidah Abdurrachman mengatakan, minimnya jumlah perempuan di lembaga legislative disebabkan banyak hal. Terutama kebijakan internal partai politik yang belum memberikan ruang yang cukup luas bagi perempuan.

“Untuk meningkatkan peranan perempuan di bidang politik, antara lain dengan reorientasi peran serta perempuan dalam lembaga pemerintahan, dan melibatkan perempuan dalam tata pemerintahan, terutama dalam proses dan mekanisme pengambilan keputusan dan kebijakan publik,” tutur Hamidah.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita