Selasa, 21/12/2010, 17:57:00
Menuai Penolakan, Pemkab Bersikukuh Membangun Monumen Perjuangan
TK-Takwo Heriyanto

Asisten 1 Setda Brebes, Drs. H. M. Supriyono. (FT: Gaharu)

PanturaNews (Brebes) - Meski menuai penolakan dari berbagai pihak, khususnya para pedagang dan petani bawang merah serta anggota DPRD Kabupaten Brebes, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes tetap bersikukuh akan membangun monumen perjuangan di Pasar Grosir Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Monumen tersebut sebelumnya berada di Alun-alun Brebes.

Wakil Bupati Brebes, H Agung Widyantoro SH MSi yang diwakili Asisten 1 Setda Brebes, Drs. H. M. Supriyono mengatakan, Pemkab tetap akan membangun monumen perjuangan di lokasi Pasar Grosir Desa Pesantunan. Hal itu mengingat perjuangan dari para sesepuh/ tokoh dari Pengurus Dewan Harian 45 Cabang Kabupaten Brebes.

Ditempatkanya di pusat transaksi jual beli bawang merah tersebut, karena memang letaknya yang menurut fisolofi dari para sesepuh layak untuk dibangun monumen perjuangan. "Dari fisolofi para sesupuh dan pejuang 45, tempat tersebut layak untuk dibangun monumen perjuangan," kata Suriyono saat dikonfirmasi PanturaNews, Selasa 21 Desember 2010.

Menurutnya, dilokasi tersebut seperti ruko, nantinya akan diberi kompensasi berupa pelestarian kembali agar lebih ramai dibanding sebelumnya. Dalam waktu dekat ini, Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Brebes, akan berkomunikasi dengan masyarakat, khususnya para pedagang dan petani bawang merah untuk dijelaskan lebih lanjut penyelesaiannya.

"Itu hasil pembahasan bersama antara DPPKAD, DPU, dan Bagian Pemerintahan Setda Brebes yang sudah dirapatkan," papar Supriyono.

Saat disinggung mengapa eksekutif tidak memberitahukan persoalan tersebut kepada legislatif, Supriyono menyatakan sebenarnya rencana pembangunan monumen itu sudah ada dalam RAPBD 2011.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita