Senin, 10/08/2026, 20:34:41
Bambu Semanu Naik Kelas, Kolaborasi Dosen UNY-UGK Dampingi Pengrajin Tingkatkan Kualitas
OLEH: DYAH AYU NUR AINI
.

TIM dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkolaborasi dengan Universitas Gunungkidul (UGK) mendorong peningkatan kualitas dan pengembangan usaha kerajinan bambu di Kalurahan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan, Rabu 5 Juli 2026.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kualitas dan Pengelolaan Limbah Kerajinan Bambu sebagai Diversifikasi Produk Unggulan Kalurahan Semanu Kabupaten Gunungkidul” tersebut dilaksanakan dengan melibatkan mitra Kelompok GECHO dan FDA Handycraft.

Kegiatan diketuai oleh Dr. Anggi Tias Pratama, S.Pd., M.Pd. (UNY), dengan anggota Dr. Ir. Bayu Rahmat Setiadi, M.Pd. (UNY), Heru Sukoco, S.Si., M.Pd. (UNY), dan Dr. Catarina Wahyu D.P., S.E., M.Pd. (UGK). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Lurah Semanu, Bapak Drs. Harto Muadzan, M.Si., serta Dukuh Nitikan Barat, Bapak Ukik Nugroho.

Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh mahasiswa berbagai program studi yang terlibat dalam membantu kelancaran kegiatan di lapangan. Adapun mahasiswa tersebut diantaranya: Tegar Arif Budiman (Pendidikan Teknik Mesin), Ramdan Agung Nugraha (Pendidikan Biologi).

Rifda Sopwatus Solihah (Pendidikan Biologi), Dyah Ayu Nur Aini (Pendidikan Kimia), Muchlisa Amalia Zahra (Pendidikan Biologi), Cantika Putri Cahyani (Pendidikan Matematika), dan Muhammad Lintang Ramadhan (Pendidikan Seni Rupa).

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari ketua tim pengabdian serta Lurah Semanu. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya peningkatan kualitas pengelolaan usaha kerajinan bambu sekaligus pemanfaatan limbah sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi produk unggulan Kalurahan Semanu. Setelah pembukaan, peserta kemudian dibagi menjadi dua kelompok pendampingan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing mitra.

Kelompok pertama merupakan Kelompok GECHO yang didominasi oleh peserta laki-laki. Pendampingan diberikan oleh Dr. Anggi Tias Pratama, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Ir. Bayu Rahmat Setiadi, M.Pd. dengan materi mengenai identifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai potensi risiko dalam aktivitas kerja, tetapi juga mengikuti praktik langsung pemadaman api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) jenis powder. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai strategi usaha untuk mendukung pengembangan dan keberlanjutan kegiatan ekonomi kelompok.

Sementara itu, pendampingan kelompok kedua dilaksanakan bersama FDA Handycraft yang didominasi oleh ibu-ibu. Materi disampaikan oleh Dr. Catarina Wahyu D.P., S.E., M.Pd. dan Heru Sukoco, S.Si., M.Pd. Materi yang diberikan meliputi perhitungan harga pokok produksi (HPP), strategi pemasaran, serta strategi pembentukan kelompok usaha yang baik.

Pendampingan tersebut diarahkan agar anggota kelompok memiliki kemampuan dalam menghitung biaya produksi secara lebih tepat, menentukan harga produk, serta mengembangkan strategi pemasaran dan pengelolaan kelompok secara berkelanjutan.

Setelah seluruh rangkaian pendampingan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan serah terima mesin irat bambu kepada kedua mitra. Serah terima dilakukan oleh ketua tim pengabdian kepada perwakilan masing-masing mitra, yaitu Bapak Sigit Sugiarto selaku perwakilan Kelompok GECHO dan Bapak Suwarji selaku perwakilan FDA Handycraft.

Pemberian mesin tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan efisiensi proses pengolahan bambu sekaligus membuka peluang diversifikasi produk berbahan bambu.

Kegiatan kemudian ditutup dengan praktik penggunaan mesin irat bambu. Peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal cara pengoperasian mesin secara langsung sehingga dapat memahami fungsi dan penggunaannya dalam proses produksi. Praktik ini menjadi bagian penting dari pendampingan agar bantuan peralatan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kedua kelompok mitra.

Melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, dan pemberian fasilitas produksi tersebut, tim pengabdian berharap Kelompok GECHO dan FDA Handycraft dapat meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, menerapkan prinsip K3 dalam aktivitas produksi, mengoptimalkan pemanfaatan bahan dan limbah bambu, serta mengembangkan diversifikasi produk yang memiliki nilai tambah.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung penguatan potensi kerajinan bambu sebagai salah satu produk unggulan Kalurahan Semanu, Kabupaten Gunungkidul.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dengan nomor kontrak: 173/C3/DT.05.00/PM/2026, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Gunungkidul, FDA Handycraft, GECHO Kerajinan Bambu, Pemerintah Kalurahan Semanu, mitra pendamping, mahasiswa

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita