PanturaNews (Tegal) - Pabrik Sarung PT Asaputex Jaya melalui Sarung Goyor Pohon Korma di Desa Pacul, Kabupaten Tegal, menjadi sentra pelatihan Alat Tenun Bukan Mesin atau ATBM bagi masyarakat Kabupaten Tegal.
Hal itu dikatakan Jamaludin Alkatiri Owner PT Asaputex Jaya yang memproduksi Sarung Goyor Pohon Korma usai menerima kunjungan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman dan Ketua Fatayat NU Aminatul Islamiyah, di Jalan Raya Pacul Sabtu ,01 Agustus 2026.
Owner PT Asaputex Jaya Jamaludin Alkatiri menyampaikan pabrik di Desa Pacul dibangun sebagai pusat pelatihan sekaligus pengembangan pengrajin tenun.
Permintaan ekspor membuat Sarung Goyor Pohon Korma meningkatkan kapasitas produksi sembari menyiapkan ratusan pengrajin baru melalui pelatihan gratis.
"Genap satu tahun di Desa Pacul, kami sudah melibatkan sekitar 600 tenaga kerja baru di lokasi ini," ujar Jamaludin Alkatiri, Sabtu 01 Agustus 2026.
Ia mengatakan jumlah tenaga kerja di seluruh unit usaha yang dikelolanya kini mencapai sekitar 2.400 orang dan ditargetkan bertambah menjadi 2.500 orang.
"Siapa pun yang baru lulus dan belum bekerja kami latih gratis, bahkan mendapat makan siang serta uang transport sampai benar-benar bisa menenun," kata Jamaludin Alkatiri.
Menurutnya, peserta pelatihan dipersilakan bekerja di PT Asaputex Jaya maupun sentra tenun lain setelah memiliki keterampilan yang memadai.
Jamaludin menjelaskan permintaan pasar ekspor terus meningkat, sementara kapasitas produksi saat ini baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan.
"Permintaan ekspor ke Afrika dan Timur Tengah sangat besar, tetapi produksi kami baru memenuhi sekitar 20 persen," ungkap Jamaludin Alkatiri.
Ia menegaskan tenun goyor tidak dapat digantikan mesin karena seluruh proses pembuatan motif dikerjakan secara manual oleh para pengrajin.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengatakan Sarung Goyor Pohon Korma menjadi industri unggulan daerah yang mampu membuka lapangan kerja sekaligus menembus pasar internasional.
"Produk ini telah diekspor ke 12 negara dan memberi kesempatan kerja bagi masyarakat dengan sistem yang fleksibel," kata Bupati Tegal.
Menurut Bupati, sistem pembayaran berdasarkan hasil produksi memungkinkan ibu rumah tangga tetap memperoleh penghasilan tanpa meninggalkan kewajibannya.
Ketua Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Tegal Aminatul Islamiyah mengatakan organisasinya akan membuka Sekolah Ekonomi Produktif.
Program tersebut akan dilaksanakan bertahap di setiap ranting dengan harapan melahirkan lebih banyak pengrajin tenun baru di Kabupaten Tegal.
"Kami menyiapkan pelatihan tenun gratis agar perempuan muda memiliki keterampilan dan siap bekerja di industri ini," ujar Aminatul Islamiyah.