Senin, 13/07/2026, 15:52:33
Dongkrak IPM dan Minat Baca yang Rendah, Pemkab Brebes Gandeng Relawan Literasi Akar Rumput
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) — Pemerintah Kabupaten Brebes tengah bergerak cepat membenahi capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) yang saat ini masih tertinggal dibandingkan wilayah lain di Jawa Tengah.

Sebagai langkah konkret, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpusda) Kabupaten Brebes resmi mensinergikan kekuatannya dengan 40 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tersebar di 17 kecamatan. 

Sinergi ini dikukuhkan dalam acara sosialisasi pendataan perpustakaan yang digelar di Aula Dinarpusda setempat, Senin (13/7/2026).

Langkah strategis ini diambil menyusul data memprihatinkan terkait posisi Kabupaten Brebes yang masih berada di urutan terbawah untuk capaian IPM se-Jawa Tengah. Hingga saat ini, IPM Brebes baru menyentuh angka 13,57 dari target 65 pada tahun 2025.

Kepala Dinarpusda Kabupaten Brebes, Nurjanto, mengatakan bahwa untuk mendongkrak ketertinggalan ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan sinkronisasi lintas sektor yang kuat serta keterlibatan aktif para relawan di tingkat akar rumput.

"Ini merupakan kegiatan sinkronisasi tugas Dinarpusda bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Brebes dan relawan literasi masyarakat untuk mendongkrak IPM Brebes yang saat ini paling buncit di Jawa Tengah," ujar Nurjanto di sela-sela kegiatan.

Sebagai bagian dari upaya kolektif ini, pihaknya mengimbau setiap instansi pemerintahan untuk mulai menyediakan dan mengelola pojok baca dengan baik guna memperbaiki indeks literasi daerah secara menyeluruh.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinarpusda Brebes, Kursin, menekankan bahwa peran relawan adalah kunci utama. 

Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada pendataan administratif saja, melainkan mampu membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.

"Kiprah para relawan literasi TBM sangat diperlukan untuk memberikan dukungan dalam peningkatan kualitas data, sekaligus menjadi 'obor' literasi bagi warga di pelosok," ungkap Kursin.

Selain masalah IPM, tantangan literasi di daerah ini juga tercermin dari skor TKM yang berada di angka 58,97, sebuah angka yang masuk dalam kategori rendah. 

Meski demikian, narasumber kegiatan, Neli Indriyati, meluruskan bahwa angka TKM tersebut sebenarnya bukanlah yang terendah di tingkat provinsi.

"Namun, hal ini tetap menjadi catatan serius bagi kita semua. Masyarakat Brebes harus lebih giat membaca demi mewujudkan masyarakat yang literat," tegas Neli.

Sementara itu, Ketua Forum TBM Kabupaten Brebes, Muslikhin, menegaskan komitmen penuh para pegiat literasi untuk terus bergerak di lapangan. Jaringan 40 TBM di 17 kecamatan akan menjadi ujung tombak untuk mendekatkan akses buku langsung kepada warga.

"Taman Bacaan Masyarakat terus bergerak di akar rumput. Kami mendampingi masyarakat sekitar dalam kegiatan membaca, termasuk membuka lapak-lapak baca buku di tempat umum," pungkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita