Minggu, 12/07/2026, 22:20:26
Kecelakaan Maut Tol Pejagan-Pemalang: Bapak dan Anak Asal Tangerang Tewas
.

PanturaNews (Tegal) - Kecelakaan maut melibatkan satu unit minibus Daihatsu Xenia terjadi di ruas Jalan Tol Pejagan-Pemalang KM 289 Jalur B, Desa Gembongdadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (12/7) dini hari. 

Insiden tragis ini menewaskan seorang bapak dan anak kandungnya.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 03.58 WIB ini melibatkan Daihatsu Xenia dengan nomor polisi B 1891 CKW. Mobil tersebut ringsek parah usai menghantam bagian belakang kendaraan lain di depannya.

Hingga saat ini, identitas kendaraan yang ditabrak masih misterius lantaran langsung melarikan diri dari lokasi kejadian pasca-tabrakan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tegal Kota, Iptu Henry Ade Birawa, membenarkan terjadinya kecelakaan maut tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal, insiden diduga kuat dipicu kelalaian pengemudi minibus yang kehilangan konsentrasi.

"Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas di KM 289 Jalur B Desa Gembongdadi. Dugaan sementara peristiwa ini terjadi karena pengemudi kurang hati-hati dan kurang berkonsentrasi saat berkendara," ujar Henry saat dikonfirmasi, Minggu (12/7).

Pihak kepolisian memaparkan, insiden bermula saat Daihatsu Xenia yang dikemudikan oleh Ustadi (43), warga Tangerang, melaju dari arah timur menuju ke barat.

Namun saat tiba di lokasi kejadian (TKP), pengemudi diduga mengalami penurunan konsentrasi akibat mengantuk. Akibatnya, pengemudi kurang memperhatikan situasi arus lalu lintas di lajur kiri depannya.

Lantaran jarak yang sudah terlalu dekat, mobil tidak sempat menghindar dan langsung menghantam keras bagian belakang kendaraan lain yang melaju searah.

Benturan yang hebat membuat bagian depan minibus hancur total dan menyebabkan dua orang tewas di tempat.

Identitas Korban Tewas dan Luka

Polisi melansir data korban tewas merupakan pengemudi berinisial U (43) yang berprofesi sebagai guru, dan penumpangnya, MKF (15), yang merupakan anak kandung pengemudi. Keduanya merupakan warga Tangerang.

Sementara itu, dua penumpang lain dilaporkan selamat namun mengalami luka-luka. Mereka adalah istri pengemudi, YE (44), dan anak keduanya, TZR (10).

Kedua korban luka ringan tersebut langsung dievakuasi petugas ke RSI PKU Muhammadiyah Adiwerna, Kabupaten Tegal, untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Selain korban jiwa, kerugian materiil akibat kerusakan kendaraan ditaksir mencapai Rp50 juta.

Polisi Buru Sopir yang Kabur

Kasus kecelakaan maut ini kini ditangani intensif oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Tegal Kota. Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam, olah TKP, serta melacak keberadaan kendaraan misterius yang kabur usai terlibat kecelakaan.

Berkaca dari insiden ini, pihak kepolisian meminta para pengguna jalan tol maupun Jalur Pantura untuk lebih mawas diri, terutama saat berkendara pada dini hari yang merupakan lini waktu rawan kecelakaan.

"Kami mengimbau kepada para pengendara agar selalu beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk. Jaga jarak aman antar kendaraan, dan jangan memaksakan diri untuk terus mengemudi. Utamakan keselamatan," tegas Henry.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita