PanturaNews (Pemalang) - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pemalang berhasil mengevakuasi seekor anak kucing yang kepalanya terjepit di dalam lubang beton di lingkungan sekolah MTs Negeri 1 Pemalang.
Peristiwa tersebut terjadi di area sekolah yang berlokasi di Jalan Tentara Pelajar Nomor 6, Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang, pada Kamis 9 Juli 2026.
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh sejumlah siswa yang kemudian langsung melaporkannya melalui nomor hotline Damkar Pemalang.
Kepala Satpol PP dan Damkar Pemalang, Achmad Hidayat, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari warga, personel Damkar langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas tiba di lokasi dalam waktu lima menit setelah laporan diterima dan segera melakukan penanganan.
"Jadi begitu ada laporan dari warga ada hewan terjebak, petugas kita segera ke lokasi. Ternyata kucing tersangkut di beton, langsung ditangani sama petugas kita," kata Achmad Hidayat saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Achmad, proses evakuasi berjalan selama kurang lebih 20 menit. Petugas di lapangan menerapkan teknik khusus menggunakan peralatan sederhana untuk memperlebar celah beton secara bertahap.
Hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya cedera pada leher maupun kepala hewan tersebut.
Selama proses pengikisan beton berlangsung, tubuh kucing juga ditahan secara manual agar tetap tenang dan tidak memperparah jepitan. Anak kucing tersebut akhirnya berhasil dibebaskan dalam kondisi hidup dan dipastikan selamat tanpa luka luar yang serius.
Terkait kejadian ini, Achmad Hidayat mengimbau masyarakat Kabupaten Pemalang untuk memanfaatkan layanan kedaruratan Damkar secara optimal.
Ia menegaskan bahwa operasional Damkar tidak terbatas pada penanggulangan kebakaran semata, melainkan juga mencakup tugas-tugas penyelamatan (rescue) non-kebakaran.
"Kami siap memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk untuk penanganan penyelamatan hewan maupun kejadian non-kebakaran lainnya yang memerlukan respons cepat," ujar Achmad memungkasi keterangannya.