Selasa, 28/04/2026, 01:00:24
Update Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Stasiun Bekasi : 4 Tewas, 38 Luka-luka
LAPORAN TIM PANTURANEWS

PanturaNews (Bekasi) – Data korban dalam insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi pada Senin (27/4/2026) malam, dilaporkan empat orang meninggal dunia.

Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa penambahan ini terjadi setelah tim evakuasi melakukan penyisiran dan validasi data di fasilitas kesehatan.

"Sebanyak 38 orang sudah dievakuasi dan empat orang teridentifikasi meninggal dunia. Semua korban sudah dibawa ke rumah sakit," kata Anne.

Kondisi Penumpang dan Lokasi Evakuasi

Berdasarkan data manifes PT KAI, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara itu, dampak paling signifikan dialami oleh penumpang KRL Commuter Line.

Tercatat 38 orang mengalami luka-luka dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit rujukan di Bekasi, yaitu: RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung dan RSU Bella Bekasi.

Upaya Penanganan Gabungan

Sejak insiden terjadi, PT KAI bekerja sama dengan Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis setempat untuk mempercepat proses penanganan di area peron dan jalur rel. 

Prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis terbaik dan mengevakuasi rangkaian kereta agar jalur bisa kembali normal.

"Fokus utama kita saat ini adalah evakuasi penumpang dan penanganan korban," tegas Anne.

Manajemen PT KAI menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Atas gangguan operasional dan musibah ini, pihak KAI juga secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan.

“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik,” tandasnya.

 

Berdasarkan keterangan pihak KAI, kecelakaan ini bermula dari insiden awal di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) kawasan Bulak Kapal. Sebuah taksi dilaporkan menemper atau menabrak rangkaian KRL Commuter Line, yang mengakibatkan kereta tersebut berhenti mendadak di tengah jalur.

Nahas, saat KRL masih dalam posisi terhenti akibat insiden dengan taksi tersebut, KA Argo Bromo yang melaju dari arah belakang di jalur yang sama tidak sempat melakukan pengereman maksimal. Akibatnya, tabrakan antar-rangkaian kereta tidak dapat terhindarkan.

"Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper di JPL dekat Bulak Kapal ya. Itu yang membuat KRL-nya terhenti. Tak lama kemudian, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo (yang menabrak)," jelas Franoto.

Namun demikian, penyebab pasti tabrakan yang melibatkan kereta api jarak jauh dan kereta komuter tersebut masih dalam tahap investigasi oleh pihak berwenang dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita