PanturaNews (Pemalang) - Bupati Pemalang Anom Widiyantoro resmi melepas keberangkatan 749 calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Pemalang Tahun 1447 H/2026 M, di Pendopo Pemalang, Rabu 22 April 2026.
Ratusan jemaah tersebut dijadwalkan bertolak menuju Tanah Suci mulai 23 April mendatang dengan skema pembagian kelompok terbang (kloter) yang terintegrasi dengan wilayah lain.
Dalam sambutannya, Bupati Anom mengatakan pentingnya manajemen kesehatan bagi para jemaah, terutama saat menghadapi cuaca di Arab Saudi.
"Jaga kondisi, jangan terlalu diforsir, agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik. Kesempatan salat arbain perlu dimanfaatkan, namun ingat puncak ibadah haji berada di Mina," ujar Anom.
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pemalang, Asrofi, merinci bahwa 749 jemaah tersebut terbagi ke dalam tiga kloter melalui Embarkasi Solo.
Mengingat jumlah kuota, sebagian jemaah harus bergabung dengan kabupaten tetangga untuk memenuhi kapasitas manifes pesawat.
Berikut detail pembagian kloter jemaah haji Pemalang:
Kloter 9: 134 jemaah (Bergabung dengan jemaah asal Kabupaten Brebes).
Kloter 10: 350 jemaah (Kloter mandiri asal Pemalang).
Kloter 11: 261 jemaah (Bergabung dengan jemaah asal Kabupaten Pekalongan).
Pihak Kemenhaj juga menetapkan jadwal masuk Asrama Haji Donohudan secara bertahap, yakni Kloter 9 pukul 16.00 WIB, Kloter 10 pukul 19.00 WIB, dan Kloter 11 pukul 06.00 WIB.
Untuk memastikan kelancaran ibadah, Pemkab Pemalang menerjunkan pendampingan tingkat tinggi. Wakil Bupati Pemalang Nurkholes ditunjuk langsung sebagai Petugas Haji Daerah (PHD).
Ia akan didampingi oleh dua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Kepala Bapperida Moh. Sidik dan Kepala BPKPAD Aji. Langkah ini diambil untuk menjamin koordinasi pelayanan jemaah selama di Tanah Suci berjalan optimal.
Selain personel pendamping, Pemkab Pemalang juga memberikan dukungan logistik penuh. Sebanyak 40 armada bus disiapkan untuk memobilisasi jemaah dari Pemalang menuju Asrama Haji Donohudan dan proses penjemputan saat kepulangan nanti.
"Seluruh fasilitas akomodasi dan transportasi ini dibiayai oleh pemerintah daerah sebagai bentuk dukungan penuh bagi kenyamanan para jemaah," pungkas Moh. Sidik mewakili calon jemaah.