SUASANA penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti acara walimatus safar calon haji Imam Chumedi Suhemin dan Widyowati Abu Khaer di kediaman mereka, Gang Srikandi RT 01 RW 02 Nomor 43, Desa Wangandalem, Kabupaten Brebes, Ahad Wage, 12 April 2026.
Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh, di antaranya Dr. H. Maufur Marghub Abdul Aziz, M.Pd., Wakil Wali Kota pertama Kota Tegal yang kini menjabat Rektor Universitas Bhamada, serta anggota DPR RI Dr. H. Agung Widyantoro, S.H., M.Si., yang juga pernah menjabat Bupati Brebes periode 2012–2014.
Dalam sambutannya mewakili sohibul bait, Dr. Maufur menyampaikan pesan secara ringan dan tidak menggurui. Ia kemudian menyerahkan simbol klapa ijo kepada Imam Chumedi serta layangan kepada Widyowati Abu Khaer.
“Saya kira maknanya sudah dipahami semua. Kelapa itu simbol kemanfaatan dari akar hingga daun berguna. Bagi yang pernah ikut pramuka tentu paham. Begitu pula layangan; ia bisa terbang tinggi karena ada angin dan ada yang membantu menerbangkannya sebelum mengorbit,” ujarnya disambut senyum hadirin.
Penyerahan klapa ijo dan layangan menjadi penanda unik dalam walimatus safar tersebut. Klapa ijo melambangkan kemanfaatan dan keteguhan.
Sebagaimana pohon kelapa yang seluruh bagiannya bermanfaat, seorang haji diharapkan memberi maslahat bagi lingkungan sekitarnya. Warna hijau juga identik dengan kesegaran, harapan, dan spiritualitas sebuah doa agar perjalanan ibadah senantiasa diliputi keberkahan.
Sementara itu, layangan melambangkan cita-cita yang tinggi dan keseimbangan. Layangan tidak akan terbang tanpa angin dan tangan yang mengendalikannya. Pesannya, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual yang membutuhkan doa, dukungan keluarga, serta tuntunan Ilahi agar tetap berada pada arah yang benar.
Keunikan acara juga tampak pada susunan kegiatannya. Sebelum mauidhoh hasanah oleh K.H. Djaruki Al-Hafidz dan doa oleh K.H. Abdurrouf Mustofa, hadirin disuguhi pembacaan puisi berbahasa Brebesan oleh Lebe Penyair Agus Tarjono, S.H., alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri tahun 1998.
Puisi berjudul “Aku Ora Bisa Papat” serta puisi bahasa Indonesia “Habibi Ya Akhi Menyempurnakan Kemuslimannya” dipersembahkan khusus untuk kedua calon haji.
Pembacaan Al-Qur’an menghadirkan Surat Ibrahim ayat 7 serta Surat Ali Imron ayat 95–98 oleh Al-Ustadz Fathul Mukmin, dengan sari tilawah berbahasa daerah oleh Zara Zetira BY, S.Pd., guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 5 Brebes.
Pada sesi sambutan keluarga, perwakilan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB) se-wilayah Jawa periode 1991–1994 menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyambutan serta ucapan terima kasih atas kehadiran para tamu, sekaligus memohon doa restu.
Imam Chumedi Suhemin dan Widyowati Abu Khaer yang tergabung dalam Kloter 6 KBIH Al-Mabrur dan dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026, menyampaikan rasa syukur atas karunia Allah SWT. Keduanya memohon doa agar diberi kesehatan, kelancaran, serta meraih predikat haji mabrur dan mabruroh.
Sekadar diketahui, Imam Chumedi merupakan mantan Ketua KPMDB Yogyakarta dan alumni UIN Sunan Kalijaga. Ia dikenal sebagai qori, muballigh, penulis artikel di berbagai media massa, serta penulis buku berbahasa daerah berjudul “Ayun-ayun Badan” dan “Aja Liren Dadi Wong Apik”.
Walimatus safar ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan ruang refleksi. Klapa ijo dan layangan menjadi pesan simbolik: jadilah pribadi yang bermanfaat dan tetap membumi, sekaligus berani terbang tinggi menggapai ridha Ilahi dengan tetap terikat pada tuntunan dan doa.
Selamat menunaikan ibadah haji. Semoga setiap langkah menjadi ibadah, dan setiap kepulangan membawa keberkahan bagi sesama.